Menurut arsitek Rosi Rahadi, sebenarnya sudah sejak lama keberadaan akuarium di dalam rumah diperhitungkan. Selain karena efek sensasi airnya yang bening, kegiatan ”penghuni” akuarium yang dinamis, juga sanggup membuat suasana ruang menjadi tidak kosong.
Tempat tinggal ikan hias itu memang kerap dianggap mampu mengubah ruang yang masif menjadi lebih ”hidup”. Namun, hal tersebut bisa saja tidak terjadi tatkala si empunya rumah kurang memahami tata cara peletakan akuarium agar tak merusak estetika ruangan.
Idealnya, menurut Rosi, akuarium diletakkan pada posisi yang tidak mengganggu pandangan serta lajur jalanan di dalam ruangan.
”Selain itu, kita harus jeli mempertimbangkan proporsinya, baik proporsi terhadap ruang, lokasi, ataupun benda lain yang ada di sekelilingnya. Proporsi di sini bisa secara bentuk maupun dimensi. Semua bergantung kondisi ruangan tersebut,” kata Rosi.
Rosi menambahkan, kita bisa memanfaatkan akuarium sebagai sekat transparan semipermanen untuk memisahkan dua ruang yang bersifat non-privat. Alternatif lain, letakkan akuarium di tempat-tempat yang negatif, dalam arti tempattempat yang kurang memiliki aktivitas. Atau, kita juga boleh memanfaatkan akuarium kecil berbentuk seperempat bola, lalu ditempel di dinding.
Biasanya akuarium itu diisi seekor atau sepasang ikan saja. Peletakan sudah tepat, kini tinggal memikirkan tata pencahayaannya karena akuarium juga memiliki fungsi penerangan ruang.
Ya, akuarium dapat dimanfaatkan sebagai alat penerangan buatan untuk bagian ruang yang gelap dan kekurangan cahaya alami, atau dijadikan alat penerangan pada ruang yang kerap digelapkan saat penghuni rumah sedang tidur, semisal ruang tamu dan ruang keluarga.
Efek cahaya merupakan salah satu elemen pendukung akuarium yang bisa mengubah tampilan ruang menjadi lebih menarik. Caranya, sebut Rosi, letakkan lampu akuarium seolah-olah tersembunyi atau tidak terlihat secara langsung.
”Jadi, lampu itu gunanya untuk menjadikan akuarium bagai memiliki cahaya sendiri, atau dengan kata lain membuat akuarium menjadi bercahaya,” imbuh Rosi.
Sesuaikan ukuran lampu dengan besar akuarium. Begitu pula dengan warna lampu, perlu disesuaikan dengan tema ruangannya, yang sekaligus berfungsi sebagai UV buatan bagi kelangsungan hidup penghuni akuarium tersebut.
Cara kreatif lain, buat cahaya akuarium dengan meletakkan lampu di langit-langit, tetapi yang bisa tembus pandang ke ruang di bawahnya. Efek cahaya yang dihasilkan bisa amat bagus.
Tipe Minimalis
Kita tahu, bentuk dan ukuran akuarium cukup beragam. Ada yang berbentuk kotak, lonjong, persegi panjang, bahkan bulat seperti stoples. Sedangkan untuk ukurannya, akuarium hadir dalam ukuran yang kecil hingga paling besar.
Ada pula akuarium yang hanya berukuran sebesar stoples. Walaupun terlihat kecil, jenis stoples ini mampu memengaruhi keindahan sebuah ruangan. Menurut Rosi, akuarium kecil ini sangat lazim digunakan pada hunian bergaya minimalis. Jenis akuarium ini bisa memberi efek pembeda dari elemen di sekelilingnya.
Sifatnya yang cenderung kontras dan transparan sangat pas diaplikasikan pada bagian ruang yang masif, sederhana, atau sepi.
”Efek ini biasanya timbul dari sesuatu yang kecil di antara yang besar atau sedikit. Itu merupakan salah satu teori dalam desain minimalis, yakni sesuatu yang kecil atau sedikit namun sangat terasa pada ruang yang sederhana. Letaknya pun bisa jadi tidak lazim,” imbuhnya.
Akuarium tipe minimalis biasanya menggunakan frame yang sederhana, bahkan bisa dibilang tidak memiliki motif ataupun frame. Hal ini berbanding terbalik dengan akuarium tipe etnik. Jenis akuarium ini sering menggunakan frame berbahan kayu berukir. Begitu pula akuarium berdesain klasik.
Pada akuarium model ini, frame yang digunakan memiliki lebih banyak detail. ”Jenis akuarium etnik dan klasik dapat menggunakan tempat seperti halnya meja akuarium.Namun untuk gaya minimalis, teknik peletakannya lebih bebas,” ujar Rosi.