TIAP rumah pasti memiliki point of view yang ingin ditonjolkan, salah satunya bisa berbentuk backdrop. Desain dinding latar ini dapat membuat ruangan Anda tampil beda.
Backdrop bisa dikatakan sebagai salah satu cara mendesain dinding sehingga bidang dinding itu tampil menarik. Seperti dinding dekoratif, namun pada backdrop, dinding yang didekorasi hanya satu bidang layaknya sebuah panggung pertunjukan.
Backdrop bersifat fleksibel sehingga bisa diaplikasikan di ruang mana saja. Didukung dengan kedinamisan desain rumah yang berkembang belakangan ini, menjadikan backdrop sebuah ide nan cemerlang bagi penghuni rumah yang sementara belum mau mengubah gaya arsitektur huniannya, namun ingin merasakan gaya desain yang sedang ngetren.
Menurut arsitek Rosi Rahadi, keunggulan backdrop yakni mampu mengikuti konsep yang ada di dalam rumah, semisal desain modern, minimalis, dan klasik. Hanya, akan lebih bagus jika backdrop yang diaplikasikan adalah yang semipermanen agar Anda dapat mengubah desainnya dengan tema lain sewaktu-waktu.
”Apalagi hampir semua ruangan cocok mengaplikasikan backdrop. Sekali pun tempat tersebut kamar mandi ataupun luar rumah,” ujar Rosi.
Layaknya menata sebuah panggung, tentu dibutuhkan latar untuk menguatkan tema yang sudah dipilih. Karena itu, sebelum mengaplikasikan backdrop ke dalam hunian Anda, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, Anda harus menentukan sisi mana di dalam suatu ruangan yang perlu didesain menjadi backdrop. Menurut Rosi, penentuan tempat adalah hal yang paling utama karena jika salah, tema ruang akan menjadi rancu.
”Caranya bisa dengan memerhatikan alur sirkulasi, yakni lokasi yang pertama kali kita lihat saat memasuki ruangan dan pada saat yang sama kita bisa menemukan sisi dinding tersebut. Atau cara lain, memilih sisi dinding yang paling sering kita lihat,” terang Rosi.
Setelah mendapatkan lokasi untuk dijadikan latar backdrop, pertimbangan kedua adalah memilih tema backdrop. Tema ini berfungsi sebagai ”inti dari cerita ruangan”.
”Biasanya beda ruang maka berbeda pula tema backdrop-nya dan itu semua tergantung keinginan pemilik ruang tersebut,” ujar Rosi.
Selanjutnya adalah mempertimbangkan bahan-bahan yang hendak digunakan untuk membuat backdrop. Ada beberapa macam bahan yang bisa digunakan seperti cat, kayu, atau jenis material partisi lainnya.
Dengan mengetahui bahan yang bakal digunakan, berarti kita bisa memilih jenis backdrop yang ingin dibuat. Apakah ingin menggunakan cat, kayu, atau bahan partisi lain yang sejenis? Karena, menurut Rosi,ada banyak cara untuk membuat backdrop.
Salah satunya dengan menggunakan permainan warna. Walaupun hanya sebuah permainan warna cat, namun backdrop ini kerap kali mampu menjadikan hunian tampil lebih menarik.
Setelah semua elemen dipikirkan, barulah Anda bisa mulai mendesainnya. Jika Anda ingin mengaplikasikan backdrop di ruang tamu, maka pilihlah sisi dinding yang berseberangan dengan pintu masuk. Pasalnya, kata Rosi, sisi dinding tersebut merupakan bagian paling baik untuk didesain.
”Alternatif lain adalah tempat di mana kita duduk di kursi ruang tamu. Maka, sisi dinding yang menghadap ke kita itulah yang bisa kita buat menjadi backdrop,” imbuh Rosi.
Atau backdrop ingin Anda aplikasikan di kamar tidur, bisa saja yang Anda desain itu adalah plafonnya. Pengaplikasian backdrop pada hunian juga bisa tergantung dari furnitur dan aksesorinya. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan tema yang akan dipilih.
”Jika Anda mendesainnya dengan gaya yang berbeda dari desain furnitur, tema yang ditampilkan malah akan terlihat rancu,” ucap Rosi.
Karena itu, penyesuaian tema ruang dengan furnitur dan aksesori juga perlu dipertimbangkan. ”Soal luas ruang, sebenarnya hal itu penting juga. Hanya, luas ruang tidak menjadi pertimbangan utama karena yang terpenting pada backdrop adalah harus didesain secara proporsional terhadap luas ruangannya,” kata Rosi.(Koran SI/Koran SI/nsa)



Posted in
Tags:

