Posts Tagged ‘China’

Sony AK Bisa Menang Lawan Sony Corp



JAKARTA – Jika pihak Sony Corp membawa permasalah ini ke ranah hukum, Sony AK kemungkinan bisa memenangkan kasus ini. Pasalnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Sony Corp untuk menutup blog Sony-ak.com.

Menurut advokat yang sering berkecimpung di masalah hak cipta dan merek, Donny A Sheyoputra, masalah yang melibatkan raksasa elektronik dan blogger tersebut terlihat ada dua ranah hukum, yaitu masalah hukum domain name dan hukum merek yang tercantum dalam UU Merek.

“Untuk masalah domain name, sering dikatakan berlaku asas first come first serve. Sehingga, seseorang biasanya tidak kesulitan untuk mendaftarkan nama domain,” terang Donny, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Jumat (11/3/2010).

Ditambahkan olehnya, dalam hukum domain name tersebut jika kemudian ada sengketa, maka penyelesaiannya biasanya bisa dilakukan melalui cara keperdataan, seperti dengan cara mengirimkan somasi, musyawarah, melakukan mediasi, abitrase dan lain sebagainya jika para pihak sepakat untuk memilih cara tertentu.

“Itu sebabnya, Sony AK bisa mendaftarkan nama domainnya yang mengandung unsur pribadinya,” tandas pengacara yang juga kepala perwakilan Bussines Software Alliance (BSA) itu.

Namun, Donny melihat masalahnya akan berbeda jika Sony Corp membawa kasus ini ke ranah hukum merek, yang mengacu pada UU nomor 15 tahun 2001 tetang merek. Untuk UU Merek, memungkinkan dilakukan tindakan hukum secara pidana maupun perdata terhadap pihak yang sengaja dan tanpa hak menggunakan merek terdaftar milik pihak lain.

“Nah, Sony Corp bisa memilih tindakan hukum perdata maupun pidana tersebut yang mengacu pada UU Merk itu jika sudah memenuhi tiga syarat,” kata Donny lagi.

Tiga syarat tersebut adalah, merek Sony terdaftar di Indonesia, ada pihak lain yang menggunakan merek yang sama dengan merek terdaftar miliknya baik sama secara keseluruhan atau sama pada pokoknya, dan pemakaian barang tersebut adalah untuk barang atau jasa sejenis yang diperdagangkan.

Oleh sebab itulah, jika Sony Corp sudah memenuhi kewajibannya dengan mendaftarkan mereknya di Daftar Untuk Merek (DUM), maka kewajiban lain yang lainnya harus dipenuhi perusahaan Jepang tersebut adalah, membuktikan Sony AK memakai jasa yang sama dengan jasa yang didaftarkan oleh Sony Corp dengan merek Sony.

“Jadi, saat Sony Corp mendaftakan di DUM sebagai penyedia jasa pendidikan IT, maka mereka harus membuktikan apakah nama Sony AK juga menggunakan merek ‘Sony’ untuk hal yang sama juga. Bila tidak, maka proses hukumnya bisa gugur,” katanya.

Dia juga mencontohkan, merek ‘Garuda’ dipakai untuk tiga jasa yang berbeda dengan perusahaan yang berbeda pula, yaitu Garuda sebagai maskapai penerbangan, Garuda sebagai nama merek makanan ringan, dan Garuda sebagai merek motor China. Ketiganya secara sah dan legal untuk digunakan.

“Jika Sony sudah memenuhi 3 syarat itu, mereka baru membuat laporan ke penyidik karena memang ini hukumnya delik aduan. Untuk hukum perdata mengacu pada 76, sedangkan tuntutan Pidana adalah pasak 90, 91, dan 94 UU Merek,” tandas pria lulusan Murdoch University, Perth, Australia jurusan Intellectual Property (HKI). (tyo)





Tingkatkan Kapasitas Produksi LCD, LG Suntik Dana USD1,3 Miliar



PAJU – Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG  akan menginvestasikan dana sekira USD1,3 miliar untuk menambah kapasitas produksi Liquid Crystal Display (LCD)nya. Divisi Display LG Korea Selatan, mengungkapkan dana tersebut dikucurkan untuk menambah produksi LCD khususnya untuk produk televisi.

LG Kini mengklaim menjadi produsen LCD terbesar kedua dunia, dengan dana tersebut akan mulai dikucurkan pada kuartal pertama tahun 2011. Demikian dilansir Reuters, Jumat (12/3/2010).

Tingginya permintaan televisi LCD LG terlihat sejak akhir tahun lalu. tahun ini sendiri permintaan Televisi semakin besar terutama banyaknya momentum besar seperti Piala Dunia 2010. Ajang sepakbola tersebut akan mendongkrak jumlah permintaan televisi di pasar.

Dana USD1,3 miliar diperkirakana akan meningkatkan 30 persen kapasitas produksi di tahun 2012.

“Saat ini permintaan LG sangat agresif sehingga LG akan berencana menambah jumlah investasinya selama beberapa tahun ke depan,’ ujara seorang analis Hanwa Securities, im Sung-bum.

LG akan membuka sekira dua pabrik LCD di China untuk memenuhi tingginya permintaan pasar LCD TV untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa. (ugo)





Google Pastikan Takkan Keluar dari China



BEIJING - Google akhirnya angkat bicara mengenai desas-desus rencana penghentian operasi perusahaannya di China. Raksasa mesin pencari tersebut, membantah keras rencana kepergiannya keluar dari negeri tirai bambu tersebut.

Juru bicara Google, Marsha Wang menegaskan bahwa Google tetap berjalan seperti biasa. Agen-agen periklanan domestik China juga tetap menerima order dari Google untuk meneruskan operasinya di China.

“Rencana kepergian itu tidak mungkin, operasi kami di China masih berjalan normal,” kata Wang seperti dilansir AFP, Jumat (12/3/2010).

Ditambahkannya, tim Google di China juga akan meneruskan pengembangan layanan baru, dan merekrut sejumlah pekerja baru.

Pernyataan wang tersebut dibenarkan oleh dua perwakilan agen iklan China. Kedua agen periklanan yang merupakan mitra Google mengungkapkan bahwa pihaknya masih memasok iklan untuk Google dan semuanya berjalan normal.

Akhir-akhir ini, Google diberitakan tengah melakukan pembicaraan serius dengan pemerintah China untuk membahas masa depan Google di China. (ugo)





Louis Vuitton Tutup Paris Fashion Week

PERGELARAN koleksi musim gugur dan musim dingin 2010/11 Louis Vuitton menjadi penutup pesta mode Paris Fashion Week.
 
Diselenggarakan di salah satu taman ikonik Paris, Marc Jacobs, Direktur Kreatif Louis Vuitton mempersembahkan air mancur bertabur kelopak mawar yang menjadi latar belakang koleksi bernapaskan era 50-an.
 
Suzy Menkes, editor mode International Herald Tribune mengatakan, pertunjukkan Louis Vuitton bagaikan mata air kreativitas yang membuktikan tangan dingin dan kejeniusan Marc Jacobs sebagai seorang desainer. Terutama dengan parade tas tangan inovatif yang menemani setiap koleksi busana.
 
Koleksi busana rancangan Jacobs untuk Vuitton bernapaskan retro dengan cutting ala 50-an. Rok-rok lebar bersanding dengan blus cantik dan ditemani tas tangan chic. Mengetengahkan semua itu, Jacobs meletakkan Louis Vuitton dalam perspektif baru, sebuah brand yang bermula dari produk kulit dan berkembang menjadi rumah mode eksklusif yang mengutamakan kualitas serta craftmanship dalam setiap produknya.
 
Dalam rilis media yang dibagikan sebelum acara, Jacobs menulis tentang ”Speedy”, tas yang diciptakan Vuitton pada 1930 untuk memenuhi kebutuhan konsumennya akan tas bepergian nan praktis di era baru fast travel. Speedy-lah yang kemudian menjadi bentuk dasar tas tangan yang dihadirkan Jacobs untuk koleksi terbarunya.
 
Tas tangan unik besutan Jacobs itu menjadi pelengkap nan chic untuk koleksi busana yang terinspirasi dari gaya hidup Hollywood pasca perang dunia II. Jacobs bercerita tentang kehidupan glamor dunia perfilman Amerika, para aktris masa lalu yang terlihat elegan dengan stiletto, mantel kulit, setelan tweed, ataupun gaun bermotif floral. Salah satu koleksi yang menjadi highlight adalah tunik rajut yang akan terlihat sempurna, baik saat tampil mandiri maupun dipadankan bersama celana berpipa ramping.
 
”Koleksi busananya sangat wearable, namun yang menjadi pusat perhatian di pertunjukkan Louis Vuitton, seperti biasa, adalah koleksi tas tangan yang bisa dikatakan menerbitkan air liur,” papar Menkes.
 
Jacobs menghadirkan rangkaian lengkap tas tangan mulai dari koleksi monogram perak, tote bag berpalet kecokelatan dengan detail tembaga, hingga clutch berwarna ungu dengan motif kotak-kotak.
 
”Satu hal yang saya perhatikan adalah bahwa koleksi Jacobs musim ini terasa lebih dewasa. Tidak ada lagi nuansa muda yang diterjemahkan dalam rok-rok mini, melainkan barisan gaun anggun dengan sentuhan retro dan citra smart,” pungkas Menkes.
 
Jacobs juga membuktikan pengaruh globalnya dalam fashion yang terlihat dari para high-profile di barisan depan. CEO LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton, Bernard Arnault, tampak berdiskusi dengan model Rusia Natalia Vodianova, sementara CEO Louis Vuitton Yves Carcelle duduk diapit bintang film China Fan Bingbing serta pebisnis mode asal India Lara Dutta.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Microsoft ‘Akur’ dengan Android di Motorola



WASHINGTON – Microsoft sepakat untuk meleburkan dirinya dengan Android Google dalam ponsel Motorola.

Tentunya ini merupakan satu hal yang mengejutkan, mengingat ponsel cerdas Motorola yang menggunakan OS (Operating Systems) Android akan dilengkapi oleh layanan Bing Microsoft. Dalam tubuh Motorola Android pula, Microsoft akan ‘akur’ dengan Android, menyediakan layanan peta.

Pendek kata, akan ada bookmark Bing search widget yang beroperasi pada pengguna ponsel Android Motorola, yang akan mulai dipasarkan di China.

Hal ini kemungkinan terkait dengan perseteruan an Google dengan pemerintah China. Baru-baru ini Google mengumumkan pihaknya tak lagi menyensor hasil pencariannya di China sekalipun mereka harus menutup operasionalnya disana.

Kesepakatan diantara Microsoft dan Motorola menegaskan bahwa vendor ponsel dapat dengan aman menjual perangkat berbasis Android di China.

Isu ini kemudian berlanjut menjadi pemicu tren kemunculan seting mesin pencarian lain pada Android Google. Secara kebetulan, hal ini dicontohkan dengan kesepakatan lain yang dilakukan Motorola dengan operator AT&T dalam menjual ponsel Backflip yang berbasis Android dengan layanan Yahoo di dalamnya.  (rah)





3 Tewas dalam Longsor di Utara China



BEIJING – Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas sedangkan 20 lainnya hilang saat sebuah longsor terjadi di Utara China. Longsor tersebut mengakibatkan sisi sebuah gunung melengserkan material tanah bercampur batu dan pohon, ke arah perumahan penduduk.

Sekira 10 rumah penduduk terkubur dalam bencana yang terjadi pada Rabu dini hari waktu setempat. Hingga kini regu penyelamat baru bisa menyelematkan sekira 20 warga yang terkena longsoran. Sementara 20 lainnya dilaporkan masih hilang. Demikian diberitakan AFP, Rabu (10/2/2010).

Tidak jelas apa yang menyebabkan longsor ini. Sementara pemerintah setempat mengkhawatirkan jika jumlah korban tewas mungkin dapat bertambah, mengingat masih banyaknya warga yang hilang dalam bencana ini. (faj)(rhs)





Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com










Produk Google Bakal Serbu Negara ‘Terlarang’



NEW YORK – Google menyambut baik keputusan US Treasury yang membolehkan raksasa mesin pencari itu mengekspor layanan komunikasi ke sejumah negara yang sebelumnya dilarang. Negara tersebut diantaranya Iran, Sudan dan Kuba.

Bob Boorstin, Google Director of Policy Communication mengatakan, Google kemungkinan akan memberikan layanan seperti Google Earth maupun instant messaging Google Talk ke negara-negara tersebut.

“Keputusan ini adalah sebuah prestasi,” kata Boorstin seperti dilansir Celullar-news, Rabu (10/3/2010).

“Kami berharap layanan kami akan membantu setiap orang dan aktivis Hak Asasi Manusia di seluruh dunia,” tambah Boorstin.

U.S. Treasury Department mengubah kebijakkan perdagangan ke negara-negara tersebut. Layanan e-mail dan Messaging service menurut US Treasury adalah hak asasi manusia.

Google sendiri diketahui sering berurusan dengan sejumlah negara terkait  layanan-layanannya yang dinilai mengancam pemerintahan di suatu negara. januari lalu, China berseteru dengan Google, karena sejumlah akun para aktivis HAM dan jurnalis internasional dibobol oleh Hacker di China. Belum lagi aturan sensorship yang diberlakukan di China membuat Google gerah dan menyatakan akan hengkang dari China.

Boorstin mengungkapkan kebijakan sensorsip internet merupakan upaya represif suatu pemerintahan dan dapat dikategorikan melanggar hak asasi manusia. “kai memikirkan jika kami keluar dan menarik diri dari China maka sama saja kami menjauhkan masyarakat China dari sebuah tools yang sangat berharga bagi mereka,” tutp Boorstin. (srn)





China ‘Pancing’ Perang Dunia Cyber



NEW YORK – China dinilai terus memancing terjadinya perang cyber, terutama dengan negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Sepanjang tahun 2009 tingkat serangan terus mengalami peningkatan bahkan mencapai 1,6 miliar serangan per bulan ke sistem-sistem sentral milik AS.

Uni Eropa dan NATO mengingatkan agar setiap negara anggotanya memperkuat keamanan sistem jaringannya, terutama memperketat keamanan untuk data-data intelijen.

Seorang sumber Times dari NATO, Rabu (10/3/2010), mengatakan China telah menjadi negara paling aktif untuk urusan serangan cyber, terutama sejak 12 bulan terakhir.

“Kami secara reguler telah mengingatkan sejumlah negara untuk memperkuat keamanan internalnya,” kata sumber tersebut.

Sasaran utama para penyerang dari China adalah sistem jaringan institusi pemerintahan dan Militer AS. China dinilai punya kepentingan untuk menyerang AS terutama untuk mengumpulkan data-data rahasia intelijen. Inggris sendiri telah membentuk pasukan khusus untuk menghalau setiap serangan di dunia maya, kemungkinan tim tersebut akan beroperasi mulai Maret 2010.

Inggris sengaja membentuk tim khusus, mengingat kedua negara tersebut sering berbagi informasi intelijen sehingga kemungkinan menjadi target serangan. Jonathan Evans, Director-General of MI5 mengatakan, sejumlah negara pernah mendapatkan serangan pada tahun 2007. Namun ia tak menyebutkan secara rinci negaa mana saja yang mendapatkan serangan. Tapi disinyalir serangan tersebut berasal dari China. (srn)





HP Mini 210 Asesoris Wajib Pecinta Fashion Berkelas



JAKARTA – HP menghadirkan ‘digital clutch’ terbarunya yang penuh pesona dan gaya, HP Mini 210. HP Mini yang didesain oleh desainer fesyen Vivienne Tam ini dipertunjukkan kepada publik untuk kali pertama di New York Fashion Week bersamaan dengan gelaran koleksi busana musim semi 2010.

Menggabungkan desain memikat ‘Butterfly Lovers’ rancangan Tam dengan teknologi PC premium, HP Mini 210 Vivienne Tam Edition dihadirkan untuk menjadi aksesori ‘wajib punya’ bagi para pecinta fesyen berkelas. Digital clutch tersebut memiliki bobot 1,2 kg dan ketipisan kurang dari 1 inci sehingga mudah jika dimasukkan ke dalam dompet atau tas.

“Sebagai perancang busana, saya selalu menemukan inspirasi dalam menggabungkan perbedaan-perbedaan yang ditemukan di dunia. Saya menggunakan komputer dalam setiap aspek kehidupan saya, sehingga terasa natural ketika menyatukan fesyen dan teknologi dalam sebuah harmoni. Bersama HP, kami menciptakan aksesori teknologi yang fashionable yang hadir dalam digital clutch edisi kedua ini,” ujar Tam.

Bermitra dengan Beats by Dr. Dre, HP telah menyertakan software audio berperforma tinggi untuk optimalisasi kualitas sajian musik yang dapat dinikmati melalui headphone atau speaker eksternal. Sebelumnya Beats Audio hanya tersedia pada jajaran notebook PC kelas premium HP ENVY.

Merefleksi koleksi musim semi Tam 2010, desain notebook mini diinspirasi oleh kisah percintaan klasik dari negeri China, ‘Butterfly Lovers’ kisah indah tentang arti kebebasan, percintaan dan sekaligus inspirasi. Menyatu langsung ke dalam lid notebook mini berkat teknologi HP Imprint, desain memikat tersebut memiliki durabilitas tinggi.

HP Mini 210 Vivienne Tam Edition juga hadir dengan tema desktop Butterfly Lovers, seperti start menu animasi kupu-kupu, ikon yang disesuaikan dengan Vivienne Tam dan tiga wallpaper yang disesuaikan dengan desain.

Di dalamnya terdapat Webcam, HP QuickWeb, software instant-on dari HP, menjadikan pengguna dapat melakukan posting ke Facebook, mengirimkan pesan lewat Twitter, mendengarkan musik, berselancar di internet, melihat kembali janji-janji yang sudah dibuat bersama kolega atau teman, mengirim email atau berbincang singkat dalam hitungan detik. Selain itu juga ada monitor widescreen LED diagonal berukuran 10,1 inci dan keyboard dengan ukuran 93 persen dari ukuran standar keyboard notebook PC, memori 2 GB dan pilihan hard-drive besar hingga 320 GB, software backup otomatis dan Microsoft Windows 7 Premium

Aksesoris yang akan mendukung HP Mini 210 Vivienne Tam Edition adalah cover dari kulit microfiber yang serasi dan in-ear headphone merek Monster. (srn)





China Tegaskan Agar Google Patuhi Aturan



BEIJING – Perseteruan antara Google dengan Pemerintah China hingga kini belum menemui titik terang penyelesaian. Pemerintah China menegaskan kembali, bila Google berharap masih bisa beroperasi di China maka raksasa mesin pencari itu wajib mengikuti aturan main yang berlaku di negeri tirai bambu tersebut.

Pernyataan tersebut diungkapkan, menteri Industri dan teknologi informaasi China, Li Yizhong seperti dilansir AsiaOne, Selasa (9/3/2010)

“Jika Google ingin tetap beroperasi di China mereka harus tunduk pada aturaan yang berlaku,” tegas Li Yizhong.

Ketika ditanya tentang pertemuan antara Google dengan Pemerintah untuk menyelesaikan perseteruan tersebut Li enggan untuk menjawab secara rinci.

“Untuk masalah ini, Google tahu apa yang terbaik untuk perusahaannya sendiri,” tandas Li.

Seperti diketahui, pada 18 Januari lalu, Google melontarkan pernyataan tentang rencana kepergiannya dari China. Selain, serangan hacker ke mesin pencari-nya, Google juga merasa gerah dengan kebijakkan pengawasan internet yang berlaku di China. (srn)