Posts Tagged ‘film’

K2K Bantah 28 Adegan ‘Dendam Pocong Mupeng’ Dipotong

JAKARTA- Rumah produksi K2K membantah telah terjadi pemotongan 28 adegan terhadap film Dendam Pocong Mupeng, revisi dari film Hantu Puncak Datang Bulan, yang sebelumnya ditarik Lembaga Sensor Film (LSF).

Bantahan tersebut disampaikan produser dari K2K Production, Keke Dheraj kepada okezone melalui telepon, Jumat (12/3/2010).

Keke mengungkapkan pernyataan anggota Lembaga Sensor Film (LSF) Ali Surya Patih yang menyebutkan film Dendam Pocong Mupeng dipotong 28 adegan tidaklah benar. “Itu tidak benar,” tegasnya.

Akan tetapi, Keke enggan menyebutkan berapa adegan yang sebenarnya dipotong oleh LSF. Dia hanya membantah pemotongan 28 adegan itu tidak benar.

Selain itu, dia juga membantah bahwa akibat pemotongan adegan tersebut mengakibatkan durasi film menyusut menjadi 64 menit dari 90 menit. “Itu juga tidak benar,” ujarnya.

Mengenai pemberitaan bahwa pemberlakukan kartu tanda penduduk untuk penonton film tersebut, Keke menegaskan bahwa itu bukanlah untuk promosi. Karena itu adalah merupakan peraturan yang harus ditaati. (uky)

Robert Pattinson Ingin Rilis Album

Liputan6.com, Los Angeles: Kesibukkan membuat Robert Pattinson putus asa. Ia sangat ingin merilis album, namun ia tidak dapat meluangkan waktu untuk rekaman musik disebabkan kesibukanya bermain film, demikian dilansir Teen Hollywood, Kamis (11/3).


Bintang Remember Me ini menegaskan bahwa dirinya ingin sekali masuk dapur rekaman untuk merampungkan albumnya –andai ia punya waktu. “Aku ingin membuat album di akhir tahun. Semua teman-temanku dapat merekam albumnya, aku sangat jengkel tentang hal itu,” tegas Pattinson.


Pemeran Edward dalam film Twilight ini juga pernah mengisi soundtrack dalam film vampir tersebut. “Aku bisa bermain gitar dan piano, tapi aku tidak bisa melakukan dua hal sekaligus. Aku tidak mengerti, bagaimana orang-orang seperti Jennifer Lopez dapat bermain film sekaligus bernyanyi,” herannya. “Mudah-mudahan, aku bisa mengatur waktu untuk dapat melakukanya bersama-sama,” pungkasnya.(AST/ADO)

MUI Desak Pemerintah Cabut Film Esek-Esek

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak ingin disalahkan atas lolos tayangnya film horor esek-esek di bioskop Indonesia. MUI mendesak pemerintah segera mencabut film semacam itu.

“Film itu sangat merusak ahlak moral bangsa. Kami pengajar bersusah payah mengajar ahlak, tetapi mengapa bisa terjadi? Ini menjadi kebebasan moral seks yang terjadi di moral bangsa Indonesia,” jelas Sekjen MUI Amirsyah ditemui di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2010).

Kesekian kalinya MUI menyayangkan kinerja Lembaga Sensor Film (LSF) hingga film yang tadinya tidak naik tayang malah kini diedarkan di bioskop-bioskop Indonesia. “Secara finansial tidak ada perubahan dan kami mendesak pemerintahan agar mencabut film tersebut,” tegas Amirsyah.

Dia mengatakan, MUI tidak ingin hanya sekadar memprotes saja, tetapi MUI mendesar agar budaya ke depannya melahirkan kreatif untuk seni yang bernilai. MUI mendesak harus ada kesadaran dari pendidikan bangsa.

“Jangan selalu MUI disalahkan, masih banyak tugas yang berwenang,” kilahnya.

MUI akan mengakomodir dan melakukan dialog untuk memperbaiki film tersebut. “Pada intinya, MUI mendesak dan kita sangat keberatan dengan film-film porno yang marak beredar karena merusak moral bangsa,” pungkasnya.
(nov)

Robert Pattinson Lelang Baju

LOS ANGELES - Ada banyak cara bagi artis untuk menggalang dana amal. Robert Pattinson melelang baju yang digunakannya saat syuting film Remember Me.

Baju yang dilelang Rob terdiri dari beragam merek. Mulai dari Birkenstocks hingga Prada. Lelang akan digelar di iCollector pada 13 Maret. Hasil dari lelang tersebut nantinya akan disumbangkan untuk Entertainment Industry Foundation.

Yayasan tersebut didirikan untuk membantu bidang kesehatan, pendidikan dan sosial. Demikian dikutip Hollyscoop, Jumat (12/3/2010).

Selain kostum bintang film Twilight itu, baju pemain film Remember Me lainnya juga turut dilelang. Seperti celana jins pendek milik Emilie de Ravin dan setelan warna abu-abu Pierce Brosnan.

Bukan hanya baju dari pemain film Remember Me saja yang dilelang. Baju yang dikenakan aktor dan aktris sejumlah film lainnya turut serta dalam acara amal itu. Antara lain film The Blind Side, The Book of Eli, dan Leap Year. (ang)

Main Film Komedi, Marcell Siahaan Dibantu Istri

JAKARTA - Marcell Siahaan kembali bermain dalam film. Kali ini dia bermain dalam film komedi. Sebelumnya, Marcell juga pernah beradu akting bareng Rachel Maryam.

“Iya, film ini ada bela dirinya, tapi ada komedinya juga,” papar Marcel ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Pelantun Mendendam ini belum mau mengungkapkan film apa yang akan dibintanginya. “Pokoknya beda, tapi masih rahasia dong,” godanya.

Marcell tertarik kembali main film karena merasa karakter yang ditawarkan pas. “Sudah gitu juga banyak scene bela diri yang pas buat saya,” urainya.

Namun Marcell menolak untuk memaparkan lebih jauh bagaimana komedi yang ada di dalam film tersebut. “Lihat saja nanti,” telisiknya.

Mantan suami Dewi Lestari ini bersyukur masih bisa membagi waktu untuk bermain film dan promo single terbaru. Semuanya sudah diatur oleh manajemen.

“Kan ada manajemen dan mereka profesional saja. Jadi tahu bagi waktunya,” tandasnya.

Marcell bersyukur punya istri yang membantunya mendalami peran di film terbarunya ini. Bahkan jika dia lelah, malah disuruh Risma untuk tetap mendalami karakter tersebut.

“Dia juga bantu saya dalam mendalami suatu karakter, karena dia juga kan aktris. Apalagi dia itu orangnya perfeksionis banget,” tukasnya.

Marcell mengatakan dirinya tidak berniat menguasai dunia entertainment. Dia berharap apa yang dilakukannya tidak memgganggu kreativitas yang lain.

“Dan orang bisa menikmati, saya senang banget,” pungkasnya.

(nov)

Ditawari Akting, Audy Menolak

JAKARTA - Audy Item enggan melakukan sesuatu secara setengah-setengah, seperti bermusik. Pernah ditawari berakting, Audi menolaknya.

“Aku tidak menutup kemungkinan (berakting). Tapi aku dalam mengerjakan sesuatu semuanya total. Termasuk dunia musik. Di musik saja masih banyak yang perlu dipelajari,” kata dia yang ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (11/3/2010) malam.

Pelantun Lama-Lama Aku Bosan ini tak bisa memastikan kapan dia akan  mulai berakting. “Nanti dulu ah. Nanti kalau tiba-tiba banting setir, takut mengecewakan,” alasannya.

Untuk terjun ke dunia akting yang baru baginya, minimal harus mengerti dasar-dasar akting. “Kalau mau main film, minimal tahu dasarnya dulu deh,” tegasnya.

Audy juga suka menonton film, namun harus yang berbobot. “Kalau film yang enggak ada isinya, saya malas,” ketusnya.

Jika main film, Audy memilih peran menjadi diri sendiri saja. Menurutnya, itu lebih gampang. Kalau menonton drama percintaan, Audi akan mempertimbangkan siapa yang ada di sebelahnya.

“Aku suka film yang kayak Lord of the Rings dan yang fantasi-fantasi full of effect seperti Avatar,” pungkasnya.(nov) (ang)

Fedi Nuril Berbisnis Network Bareng Acha

JAKARTA - Bulan April mendatang, Fedi Nuril akan melakukan bisnis network dengan Acha Septriasa. Bisnis tersebut dilakukannya dalam sebuah film.

“Acha sangat kooperatif, talented banget, fun, enggak begitu kaku atau canggung,” papar personel Garasi ditemui di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Fedi yang selama ini identik dengan film-film religi lewat kesuksesannya membintangi Ayat-Ayat Cinta, mengaku sangat memilih untuk main film. “Sayang banget kalau main sembarangan film, karena Itu untuk ke depannya juga. Penonton sama produser akan malas kalau kita terus main film yang enggak jelas juga,” urainya.

Di film Menembus Impian, pertama kalinya Fedi mencoba film yang bukan bergenre komedi. Namun, dia enggan mengungkap apakah ada adegan mesra atau tidak. “Nonton saja,” tantangnya.

Film yang menjadi kembalinya Fedi ke layar lebar dinilai unik karena ada unsur bisnis yang mengangkat hal-hal bisnis cukup detil. Meski awalnya dia mengaku grogi, namun Acha mampu meyakinkannya untuk bersikap profesional.

“Walau identik religi tapi ceritanya (film) bagus jadi enggak mau lewati,” pungkasnya.

(nov)

21 April, Film Kartini Bakal Ditayangkan

JEPARA- Sebagai bentuk apresiasi anak bangsa dalam mengangkat potensi lokal, Pro TV Semarang bekerja sama dengan Pemkab Jepara, memproduksi sebuah film dokudrama tentang sejarah RA Kartini.

Rencananya, film dokudrama tersebut akan diputar di stasiun televisi jaringan nasional SUN TV dan Pro TV selaku televisi lokal di Jateng dan DIY pada 21 April mendatang pada pukul 14.00 WIB, bertepatan dengan hari lahir Kartini.

Proses pembuatan film ini diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng Ruang Pingitan Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (10/3) malam lalu.

Dipilihnya Ruang Pingitan karena ruangan tersebut dulunya merupakan tempat belajar RA Kartini. Hadir dalam acara itu Bupati Jepara Hendro Martojo, Kepala Biro Pro TV Denny Reksa, sutradara Bambang Hengki, para pemain, dan crew film dokudrama dari Pro TV.

Menurut Denny Reksa, film dokudrama RA Kartini ini merupakan salah satu langkah Pro TV untuk mengangkat potensi lokal sebagai sumbangsih sebagai anak bangsa. Sekaligus mengenalkan jadi diri bangsa.

”Pembuatan film ini nanti, akan melibatkan setidaknya 47 pemeran tokoh dalam sejarah Kartini. Yaitu, sejak Kartini di masa kecil, remaja, hingga dewasa. Sebagian besar pemeran film berasal dari Jepara yang telah melalui proses seleksi,” kata Denny.

Meski menggunakan pemain lokal, lanjut Denny, kualitas film tetap terjaga. Sebab, mereka yang dipilih memiliki talenta besar untuk memerankan karakter-karakter di film ini. Dengan besutan sutradara Bambang Hengki, dipastikan film dokudrama ini nantinya akan menjadi tontonan menarik masyarakat yang sarat muatan sejarah.

Kemarin, proses pengambilan gambar sudah dimulai dengan mengambil lokasi di Pantai Bandengan. Selain Bandengan, sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk shooting antara lain pendopo Pemkab Jepara dan sentra kerajinan ukir Mulyoharjo. Tempat-tempat ini memiliki kenanangan kuat dalam sejarah kehidupan Kartini.

Bupati Jepara Hendro Martojo menyambut baik pembuatan film ini. Dia optimistis, film ini akan mengangkat nama Jepara dan semakin mengingatkan kepada generasi muda tentang kepahlawan RA Kartini.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pro TV yang telah ikut mengangkat nama Jepara. Film yang memiliki sejarah tentang pejuang emansipasi wanita ini memang layak untuk disaksikan,” ujarnya. (uky)

"Green Zone", Film Terbaru Matt Damon

Liputan6.com, Los Angeles: Aktor Matt Damon kembali bermain dalam film perang berjudul Green Zone. Film itu diadaptasi dari novel Imperial Life in The Emerald City karya jurnalis The Washington Post Rajiv Chandra Sekaran.


Dikisahkan, Chief Warrant Officer Roy Miller –diperankan Matt Demon– dan timnya ditugaskan mencari lokasi senjata pemusnah massal milik Saddam, yang diyakini disembunyikan di sebuah tempat di Irak. Berbekal informasi seorang veteran Central Intelligent Agency (CIA) Brendon Glesson, mereka harus menyisir padang pasir yang dipenuhi dengan ranjau darat.


Lambat laun, Roy sadar ada sebuah agenda tersembunyi yang dilakukan Pentagon untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi di Irak. Nyawanya pun terancam dan ia harus berhadapan dengan pihak-pihak yang tak lagi bisa dipercaya.


Dalam film tersebut, Matt Damon bekerja sama kembali reuni dengan sutradara Paul Greengrasss, yang pernah menukangi Trilogi Bourne. Film yang mengambil setting di padang gurun Irak itu akan merambah layar bioskop mulai 11 Maret mendatang.(BJK/SHA)

Film ‘Dendam Pocong Mupeng’ Tayang, Andi Soraya Lega

JAKARTA - Walau sebelumnya Andi Soraya sempat protes lantaran honornya film belum dibayarkan oleh rumah produksi K2K, kali ini dia lega. Film yang judulnya diganti menjadi Dendam Pocong Mupeng ini akan tayang besok di bioskop.

Dendam Pocong Mupeng adalah judul baru dari Hantu Puncak Datang Bulan. Setelah terkatung-katung tak jelas, Andi Soraya yang akrab disapa Aya ini pun kembali mendukung film yang dibintangi bersama kekasihnya Ferly Putra.

“Iya, kalau sekarang sudah disetujui bersama dari LSF (Lembaga Sensor Film) dan pihak production house sudah sepakat, ya baguslah bisa tayang juga filmnya,” ujar Aya ditemui di Platters Cafe, Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Jumpa pers yang digelar Andi Soraya saat menuntut bayaran yang tak kunjung dilunasi dipicu karena dirinya merasa diskriminasi lantaran artis pendukung lainnya telah dibayar lunas. Apalagi dia merupakan bintang utama di film tersebut.

“Kemarin saya tidak mendapatkan informasi tentang film ini akan muncul kapan dan juga masalah judulnya juga enggak jadi, masih tentatif. Kemarin juga belum ada kepastian masalah bayaran, ya saya minta kepastian,” paparnya.

Setelah jumpa pers, barulah ada komunikasi antara Aya dan K2K yang intinya masalah akan diselesaikan karena film akan tayang besok, Kamis (11/3/2010).

“Kalau masalah pembayaran belum diselesaikan, saya akan ngambek enggak mau ikut presscon,” selorohnya.

(nov)