Posts Tagged ‘film’

Perangi Film Bajakan, Hollywood-Bollywood Bersatu

Liputan6.com, Mumbai: Industri perfilman Amerika Serikat dan India, Hollywood dan Bollywood, mengadakan koalisi memerangi aksi pembajakan film di India. Seperti dirilis Associated Press, Jumat (19/3), perusahaan sinema Amerika Motion Picture Association dan tujuh perusahaan India menangani pembajakan di pasar perfilman terbesar dunia. Diduga, koalisi ini sebagai usaha Hollywood guna menekan pasar global lebih agresif dan mencoba menjembatani kesenjangan kreativitas dengan dunia perfilman India.


Perjanjian kerja sama kedua industri berlangsung selama setahun juga melibatkan pemilik gedung bioskop yang diduga sumber 90 persen produksi semua film cakram padat (DVD) bajakan. Selain itu, pihak kepolisian, penyedia layanan internet dan para politisi di India juga dirangkul guna mengefektifkan gerakan memerangi bajakan. Namun, besaran dana anggaran aliansi tersebut tidak diungkapkan secara jelas.


Selama ini, sejarah industri film India dikenal sering meniru dan kurang menghormati hak cipta, terutama terhadap Hollywood. Seperti halnya kasus kegagalan tuntutan Warner Bros memblokir peluncuran film Hari Puttar: A Comedy of Terrors pada 2008. Film karya sineas Punjabi tersebut dianggap meniru film Harry Potter.(ADD/ANS)

Twelve, Sulitnya Terbebas dari Narkoba

Liputan6.com, Hollywood: Aktor serial televisi Gossip Girl, Chace Crawford kembali merambah ke dunia perfilman lewat film terbarunya Twelve. Film yang diangkat dari novel karya Nick McDonell ini mengisahkan White Mike yang diperankan Crawford, seorang pelajar yang terlibat dalam belenggu narkoba.


Lahir dari keluarga seorang pengusaha sukses ternyata tak membuat diri Mike bahagia. Memiliki seorang ibu pengidap kanker, sementara ayahnya yang super sibuk membuat Mike kurang mendapat kasih sayang dan perhatian. Tidak hanya itu, ia pun dikeluarkan dari sekolah sehingga membuat masa depannya makin tidak karuan.


Untuk melihat perjuangannya melawan narkoba, Anda dapat menyaksikannya dalam film yang di Amerika Serikat baru akan rilis pada 18 Juni mendatang.(ADO)



Gadis Bertato Naga, Film Laris dari Swedia

Liputan6.com, Jakarta: Apakah Anda penyuka film yang menguras adrenalin? Kalau ya, coba saksikan film The Girl with the Dragon Tattoo yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama. Novel ini adalah salah satu dari trilogi millenium karya Stieg Larsson yang terjual lebih dari 20 juta kopi di 41 negara.


Film yang disutradarai Niels Arden Oplev ini berkisah tentang penipuan bisnis, pembunuhan, dan kekerasan terhadap perempuan. Tokohnya adalah seorang wartawan pria sekaligus perayu ulung Mikael Blomkvist (diperankan Michael Nyqvist) serta seorang wanita hacker komputer yang senang dengan gaya hidup punk bernama Lisbeth Salander (diperankan Noomi Rapace).


Film tentang pembunuhan berantai produksi Swedia ini juga terinspirasi dari film box office dengan tema serupa, seperti The Silence of the Lambs (1991) dan The Zodiac Killer (1971).


Film berdurasi 152 menit ini sudah dirilis di negara-negara Skandinavia awal 2010 lalu dan sudah menghasilkan US$ 100 juta serta menjadi film laris di Eropa. Sedangkan di Amerika Serikat baru akan tayang di bioskop mulai 19 Maret 2010.(ADO)



Film Di Bawah Langit, Kado Terindah Bagi Opick

JAKARTA- Penyanyi religi yang merambah ke dunia film Opick mengatakan film Di Bawah Langit merupakan kado terindah untuk dirinya. Pasalnya, film tersebut rilis di tengah ulang tahunnya yang ke-36 dan istrinya yang tengah hamil.

“Alhamdulillah, ketika film ini bisa tayang, sekarang juga merupakan hari ulang tahunku yang ke-36. Dan kebetulan juga istriku hamil lagi, subhanallah, ini benar-benar karunia dari Allah kebahagiaan yang berlipat. Ini merupakan kado terindah,” terang Opick di acara premiere film tersebut di Djakarta Theatre, Senin (15/3/2010) malam.

Dia berharap tahun ini akan mengalami perubahan niat dalm hidup dan karirnya ke arah yang lebih baik lagi.

Meskipun merambah ke dunia film, Opick mengaku belum mau disebut banting setir dari penyanyi menjadi sineas.

“Nggak juga sih. Tapi karena aku pengen membuat sesuatu yang bermanfaat, Kalau masih bisa kenapa nggak? Kalau dari dulu emang cita-citaku cuma ada tiga hal. Teater, Musik dan beladiri. Itu semua harus dicapai. Tapi sekarang ada dua hal lagi yang harus dicapai yaitu di film dan musik,” pungkasnya. (uky)

Irit Pengeluaran, Opick Ambil Banyak Peran di Film

JAKARTA- Demi mengirit pengeluaran biaya pembuatan film, pelantun lagu religi Opick menjadi produser sekaligus pemain dalam film Di Bawah Langit.

“Aku di film ini ambil peran sebanyak-banyaknya. Selagi aku masih bisa dan mampu, kan supaya irit pengeluaran juga. Untungnya semua ini kita jalani dengan rasa persaudaraan yang kuat satu sama lain. Jadi hitung-hitung aku juga sambil belajar. Semuanya kan butuh proses,” katanya dalam acara premiere film tersebut di Djakarta Theatre, Senin (15/3/2010) malam.

Dalam pembuatan film ini, Opick mengaku hanya mengalami masalah koordinasi. Akan tetapi semuanya bisa dibilang berjalan lancar. “Tapi alhamdulillah, semuanya bisa dimudahkan atas ijin Allah. Nggak ada yang terganggu,” ujarnya.

Dia berharap, film yang dibuatnya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menontonnya. Karena dia mengaku ingin berbuat yang terbaik.

“Kalau di nyanyi, tiba-tiba aku merasa menemukan Tuhan dalam berdzikir, ya aku dzikir. Begitu juga dalam hal film ini, aku merasa perlu menyampaikan pesan lewat film ini. Tonton saja dulu semuanya, nanti pasti akan tahu,” jelas Opick berpromosi.

Film besutan Opick ini menceritakan mengenai 7 anak yatim yang diasuh oleh seorang tokoh desa bernama Kyai Ahmad, yang diperankan Dolly Marten. Kyai Ahmad memiliki putri yang cantik bernama Maysaroh (Inneke Koesherawaty) dan dua orang murid bernama Zaelani (Agus Kuncoro), dan Gelung (Opick).

Kisah cinta segitiga antara Zaelani, Gelung, dan Maysaroh menjadi bumbu cerita yang lebih besar menampilkan pergumulan hidup 7 anak yatim piatu. Film ini akan segera hadir mulai 18 Maret 2010. (uky)

Opick Ajak Anaknya Bermain Film ‘Di Bawah Langit’

JAKARTA – Opick tak mengenal istilah patah arang, setelah gagal membuat film bareng sutradara ternama Hanung Bramantyo kini dirinya terus maju untuk menghasilkan karya terbaru.

“Saya tidak merasa trauma dengan kegagalan kemarin membuat film bareng mas Hanung. bagi saya istilah trauma tidak ada dalam kamus, takut juga tidak tetapi disini saya ingin menghasilkan yang terbaik,” papar Opick saat ditemui di Plaza Semanggi, belum lama ini.

Pria berbintang Pisces ini menuturkan kalau film Dibawah Kaki Langit dibuatnya terlebih dahulu sebelum dirinya dan Hanung Bramantyo menggarap film Asmanul Husna.

“Sebenarnya film Di Bawah Langit dulu saya buat, kebetulan di sini saya yang megang sendiri dan istri saya yang mendanainya, sutradaranya pun saya sendiri juga,” ujarnya lagi.

Opick pun membantah kalau dirinya merasa kapok bekerjasama dengan Hanung akibat kegagalan membuat film kemarin. Namun pria yang terkenal dengan cahaya hati ini lebih ingin bekerja sendiri saja.

“Ibaratnya masa mau makan sayur asem terus kan makan soto ayam atau rawon kan juga boleh dong. Saya bisa bekerja sama dengan siapa saja tetapi di sini, saya mau memberi kepercayaan kepada diri saya sendiri dengan mengambil porsi yang lebih banyak di film saya,” tukasnya.

Selain itu, Opick juga mengajak anaknya untuk bermain dalam film ini. Dia menginginkan agar anaknya bisa memahami bagaimana ayahnya bekerja.

“Saya ingin anak-anak tahu bagaimana ayahnya bekerja sebagai penulis, menciptakan lagu dan pembuat film. Saya tidak ingin memaksakan mereka menjadi seorang seniman. ketulusan anak-anak itu adalah keindahan,” pungkasnya.

(nov)

Opick Biayai Sendiri Film Miliaran Rupiah

JAKARTA - Opick tertipu investor dan berurusan dengan hukum saat hendak menggarap film Asmaul Husna. Film tersebut batal diproduksi. Kini, Opick membiayai sendiri film berjudul Di Bawah Langit.

Di film yang akan tayang pada 18 Maret itu, penyanyi religi ini bertindak sebagai sutradara, produser, ide cerita, scoring musik dan sekaligus pemeran utama. Opick memilih menggarap sendiri film perdananya itu karena belajar dari pengalaman lalu.

“Sebenarnya ada yang mau investasi, tapi saya ingin biaya sendiri. Saya pikir saya cukup bisa mengerjakan sendiri untuk meminimalisir kejadian kemarin. Saya enggak ada trauma, saya cuma jadikan ini pelajaran,” terang Opick di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/3/2010).

Opick enggan menguak berapa nominal yang dihabiskan untuk memproduksi film tersebut. “Standar di atas m (miliar) lah. Kalau kemarin itu (film Asmaul Husna) bisa mencapai Rp25 miliar, film ini tidak sampai segitu,” katanya.

Kasus film Asmaul Husna yang semula akan disutradarai Hanung Bramantyo itu berimbas terhadap imej Opick. Menurut penyanyi Tombo Ati itu, kini tak sedikit yang memandang sebelah mata kepadanya.

“Khususnya kalau menyanyi, mereka agak mikir kalau mau mengajak saya. Di internet pun dicaci-maki. Karena kejadian kemarin, semua ustad kena sasaran dan dimaki-maki. Tapi saya enggak pernah pesimistis selama Allah bersama saya,” ujarnya.

Sekarang, dengan membuat film sendiri tanpa bantuan orang lain, Opick lebih puas. Dia bisa berhemat.

“Dengan tidak melibatkan orang lain, pengeluaran bisa kecil tapi film tetap utuh. Untuk film berikutnya, ada orang luar yang investasi. Mereka pandai berhitung. Cara manajerialnya juga bagus,” tandasnya. (ang)

Alice in Wonderland Raih Keuntungan Rp3,9 Triliun

LOS ANGELES - Film Alice in Wonderland mendekati keuntungan Rp3,9 triliun pada akhir pekan kemarin, sementara film yang dibintangi Matt Damon, Green Zone, diramal akan menjadi salah satu film terbaik tahun ini.

Film Alice 3D garapan sutradara Tim Burton tetap berada di posisi puncak box office pada pekan keduanya, setelah meraup Rp1,26 triliun selama tiga hari sejak dirilis Jumat akhir pekan lalu, seperti disampaikan distributor Walt Disney Co yang dinukil dari Reuters, Minggu (14/3/2010).

Alice in Wonderland duduk di peringkat teratas dengan penjualan tiket lebih dari Rp567,9 miliar pada akhir pekan ini. Film petualangan fantasi yang dibintangi Johnny Depp masih berada di posisi teratas yang tampaknya diintai oleh film pendatang baru Green Zone yang bercerita tentang konspirasi selama Perang Irak.

Green Zone memulai debut pekan ini menempati peringkat kedua dengan penjualan tiket USD14,5 juta, She’s Out of My League di nomor ketiga dengan meraup USD9,6 juta.

Berikut daftar top sepuluh box office di Amerika Serikat:

1. (1) Alice In Wonderland – Rp567,9 miliar

2. (-) Green Zone – Rp133,1 miliar

3. (-) She’s Out of My League – Rp87,9 miliar

4. (-) Remember Me – Rp76,02 miliar

5. (3) Shutter Island – Rp74,5 miliar

6. (-) Our Family Wedding – Rp69,6 miliar

7. (5) Avatar – Rp60,4 miliar

8. (2) Brooklyn’s Finest – Rp39,2 miliar

9. (4) Cop Out – Rp38,7 miliar

10. (6) The Crazies – Rp33,4 miliar.

(nov)

‘Wajah Plastik’ Heidi Montag Difilmkan

LOS ANGELES - Akhirnya, wajah ‘plastik’ Heidi Montag membawa peruntungan. Heidi ditawari main film. Ini kali pertama dia beraksi di layar lebar.

Heidi menjalani operasi plastik di sejumlah bagian tubuhnya, seperti wajah dan payudara. Tak lama setelah operasi tersebut sukses, bintang reality show ini ditawari casting di film yang dibintangi Adam Sandler, Just Go With It.

Seperti dikutip Hollyscoop, Senin (15/3/2010), Heidi akan memulai syuting pada pekan ini. Heidi sudah tak sabar lagi menunggu syuting dimulai.

“Aku baru pertama kali menerima tawaran akting di film komedi. Aku mulai syuting Senin. Ini salah satu hari terbaik dalam hidupku. Aku akan makan es krim untuk merayakannya,” tulis Heidi dalam Twitter-nya.

Di film tersebut, Heidi hanya mendapat peran kecil. Meski begitu, artis berambut pirang ini beruntung bisa satu layar dengan sejumlah artis beken, yakni Brooklyn Decker, Jennifer Aniston, dan Nicole Kidman! (ang)

Avatar Bakal Diputar Lagi di Bioskop?

LOS ANGELES- Menjadi nomor satu di box office selama beberapa pekan sepertinya tidak cukup bagi rumah produksi Fox. Mereka membicarakan kemungkinan memutar Avatar kembali di bioskop musim ini.

Menurut The Hollywood Reporter, sutradara Avatar James Cameron mengaku, sedang berbicara dengan rumah produksi tersebut untuk membawa film ini kembali ke bioskop tiga dimensi, dengan tambahan beberapa adegan, seperti dikutip okezone dari Hollyscoops, Minggu (14/3/2010).

Dia beralasan, agar Avatar menjadi film yang paling menguntungkan sepanjang masa. Studio percaya keuntungan mereka berkurang setelah film Alice in Wonderland masuk bioskop akhir pekan kemarin di 3D dan Imax.

Cameron mengaku memiliki 40 menit adegan ekstra yang tidak dia keluarkan dalam rilis pertama. Sialnya, berdasarkan aturan, dia hanya punya tambahan waktu 10 menit, karena waktu 170 menit merupakan waktu maksimum film diputar di Imax.

Dalam salah satu adegan selama 40 menit tersebut, avatar Jake Sully membuktikan dirinya, kepada penduduk Na’vi keterlibatan orang lain dalam festival penduduk di mana anggota Tsu’tey mabuk.

Hingga 4 Maret kemarin, ‘Avatar’ mendatangkan uang USD127.1 juta atau Rp1,1 triliun dari  USD 712,5 juta Rp6,5 triliun peroleh dari pemutaran di teater Imax. Pekan-pekan ini, pendapatan film tersebut bertambah menjadi USD175.884.000 atau Rp1,6 triliun. (uky)