Perjanjian kerja sama kedua industri berlangsung selama setahun juga melibatkan pemilik gedung bioskop yang diduga sumber 90 persen produksi semua film cakram padat (DVD) bajakan. Selain itu, pihak kepolisian, penyedia layanan internet dan para politisi di India juga dirangkul guna mengefektifkan gerakan memerangi bajakan. Namun, besaran dana anggaran aliansi tersebut tidak diungkapkan secara jelas.

Selama ini, sejarah industri film India dikenal sering meniru dan kurang menghormati hak cipta, terutama terhadap Hollywood. Seperti halnya kasus kegagalan tuntutan Warner Bros memblokir peluncuran film Hari Puttar: A Comedy of Terrors pada 2008. Film karya sineas Punjabi tersebut dianggap meniru film Harry Potter.(ADD/ANS)



Posted in
Tags:

