Posts Tagged ‘Indonesia’

Deteksi Dini Gejala Kanker Kolorektal

KEHIDUPAN modern yang saat ini dijalani telah membuat seseorang dimanja. Pasalnya dengan perkembangan teknologi, transfortasi, serta asupan makanan yang dikonsumsi membuat seseorang harus membayar mahal terhadap kesehatannya. Padahal, berbagai penyakit berbahaya telah mengancam dan harus sejak dini dideteksi.

Salah satu penyakit tersebut adalah kanker kolorektal. Penderita kanker yang menyerang di usia muda disebabkan oleh mutasi gen yang sudah terjadi saat lahir. Gen yang terekspos terus menerus oleh karsinogen dalam makanan, ternyata menjadi pemicu terbesar terjadinya kanker kolorektal.

Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas dan bisa mengenai organ apa saja. Bisa menyerang kolon, rektum, atau keduanya. Kanker usus besar (kolon) dan daerah antara usus besar dan anus (rektum) memiliki banyak persamaan, dan sering kali secara bersama-sama disebut kanker kolorektal.

Usus besar dan rektum adalah bagian dari sistem pencernaan yang memproses makanan yang diasup dan membuang sisa makanan dari tubuh. Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum.

Kanker kolorektal, sebagaimana sifat kanker lainnya memiliki sifat dapat tumbuh relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh seperti lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

Namun, tidak perlu takut menghadapi merebaknya kanker kolorektal pada usia muda. Dengan menemukan kanker pada stadium awal, atau yang lebih dikenal dengan deteksi dini, maka kanker akan dapat ditangani dengan lebih cepat.

“Kanker stadium 1 masih terdapat 85 sampai 95 persen pasien yang bertahan dalam waktu 5 tahun. Sedangkan bila sudah berada pada stadium 4, hanya 5 persen pasien yang bertahan,” ujar DR dr Aru Wisaksono Sudono SpPD KHOM, ahli kanker terkemuka di Indonesia dalam acara media workshop ”Kanker Kolorektal” yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kehidupan di kota besar yang membuat banyak orang sulit menyesuaikan gaya hidup sehat, juga menjadi penyebab terjadinya kanker kolorektal. Sering mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak mengandung serat, kurang sayuran, dan buah, suka mengonsumsi daging merah, obesitas, kurang olahraga, dan kebiasaan merokok menjadi pemicu lainnya yang membuat kanke ini banyak menjangkit usia muda.

“Kita dibunuh oleh makanan-makanan yang kita makan sendiri,” kata dr Aru.

Lantas, apa saja pemeriksaan untuk mendeteksi kanker kolorektal? Dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini turut menjabarkannya.

1. Pemeriksaan tes darah samar pada feses (Fecal Occult Blood Test/FOBT)

Pemeriksaan sederhana ini merupakan tes penapisan awal kanker kolorektal, dilakukan dengan mengambil contoh feses yang diletakkan pada kartu khusus yang akan berubah warnanya jika feses tersebut mengandung darah.

2. Sigmoidoskopi fleksibel

Pipa atau selang kecil dan tipis berkamera dimasukkan ke rektum sehingga dokter bisa melihat melalui layar monitor ke dalam rektum dan ke bagian pertama dari usus besar di mana separuh dari polip biasa ditemukan. Pemeriksaan ini dilakukan setiap lima tahun.

3. Kolonoskopi

Merupakan tes yang paling akurat. Pipa atau selang elastis yang panjang dan kecil dimasukkan kedalam rektum sehingga dokter bisa melihat keseluruhan usus besar, mengambil polip dan mengambil contoh jaringan untuk dilakukan biopsi. Pengambilan polip akan mencegah kanker berkembang. Biasanya dokter akan memberikan anestesi ringan sebelumnya. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala, yaitu setiap 10 tahun.

“Sedangkan untuk pemeriksaan lainnya, bisa melalui colok dubur. Biasanya, dokter sudah tahu bila pasien mengalami masalah, dengan memasukkan jari ke dubur pasien,” jelas dr Aru.

Selain cara-cara di atas, dr Aru juga menyarankan pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa kanker kolorektal. Yaitu melalui Double Contrast Barium enema. Di mana selang kecil dimasukkan ke rektum sehingga cairan barium (berwarna putih seperti kapur) bisa masuk ke usus besar.

Sinar-X khusus selanjutnya akan dipancarkan pada tumor yang tampak sebagai bayangan gelap. Barium mempermudah untuk melihat tumor. Sebelum tes dilakukan, Anda akan diminta berpuasa untuk beberapa jam.

Selain itu, ultrasonografi, tes menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar di bagian dalam tubuh. Pola yang tidak normal dari gambar dapat mengindikasikan adanya tumor dan Virtual Colonoscopy/CT Colonography, yaitu tes yang membuat rekonstruksi tiga dimensi dari usus besar untuk mendeteksi adanya kelainan.

Gambar diambil dalam beberapa detik setelah usus besar dikembangkan dengan karbondioksida yang dimasukkan melalui selang kecil. Sementara kolonoskopi virtual adalah teknik baru yang masih belum jelas akurasinya.(nsa)

Paramitha Rusady Tak Ingin Anaknya Terjebak

JAKARTA - Paramitha Rusady tak ingin anaknya terjebak dalam kehidupan urban. Oleh sebab itu, dia senang mengajak anaknya keliling Indonesia.

“(Anak) tetap saya urus. Dulu saya besar di laut, jadi saya ingin merefleksikan kepada anak saya. Banyak teknologi yang membuat anak-anak lupa dengan permainan yang dulu,” ujarnya saat merayakan Hari Air se-dunia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (22/3/2010).

Dia mengatakan banyak teknologi yang kini membuat anak-anak lupa dengan permainan yang dulu. “Kemarin ini saya ajak ke pantai, saya ajarkan kepada anak saya bahwa di kehidupan yang lain banyak yang indah. Saya tidak ingin anak saya terjebak dalam urban,” tegasnya.

Paramitha berharap suatu hari anaknya bisa bangga bukan karena kemewahan. “Sekarang (usianya) sudah mau tiga tahun,” kata dia.

Adik Ully Sigar Rusady ini bangga dengan anaknya yang cinta dengan Indonesia. Menurutnya, anaknya adalah dirinya.

“Pokoknya dia, aku banget. Bedanya, dia laki-laki. Buat saya, dia anak laki-laki yang spesial banget buat saya,” kata Paramitha tentang anak dari hasil pernikahannya dengan Nenad Bago.

(nov)

Pemerintah Harus Serius Antisipasi Badai Matahari



PADANG – Koordinator Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Ade Edward, meminta pemerintah untuk melakukan usaha-usaha mitigasi dampak bencana Badai Matahari yang diprediksi akan terjadi di bumi, termasuk Indonesia, antara 2012 hingga 2015.

“Setelah LAPAN merilis Indonesia akan terkena badai matahari antara 2012 hingga 2015, tapi tindak lanjut dari pengumuman ini bagi pihak pemerintah belum ada program yang jelas soal ini,” kata Ade melalui sambungan telepon kepada okezone, Senin (22/3/2010).

Memang dari rilis LAPAN, badai matahari berdampak terhadap komunikasi digital dan kelistrikan di bumi, tapi juga mempengaruhi medan geomagnetik bumi.

“Dengan kondisi ini dampak dari badai matahari dapat memicu fenomena alam lainnya seperti aktivitas gunung api, gempa tektonik, dan cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan bencana alam,” katanya.

Menurutnya lembaga ini harus melakukan koordinasi yang lebih intens dengan beberapa institusi lain, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), BPPT, Ristek, ESDM, dan BMKG.

“Hasil lembaga-lembaga ini bisa dijadikan acuan oleh pemerintah-pemerintah di daerah untuk implementasi kebijakan lokal. Selain itu informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) segera ditindaklanjuti dengan penelitian serius dan upaya mitigasi dengan melibatkan lembaga terkait,” ujarnya.

Tapi menurut Ade, prediksi itu betul atau tidak akan terbukti setelah peristiwa itu terjadi. Yang penting menurutnya, seluruh warga tidak perlu panik tapi berwaspada saja karena bencana tidak bisa kita ketahui kapan datangnya.

“Kalau tidak terjadi bencana tidak apa-apa itu lebih bagus, tapi kalau terjadi bencana, jangan sampai kita mempersiapkan mitigasi setelah 2015, itu percuma, jadi ini harus diseriusi lebih dini,” pungkasnya (srn)





2009, Penjualan LG Tumbuh 30%



JAKARTA – Penjualan seluruh produk elektronik LG Electronics Indonesia (LGEIN) diklaim mengalami pertumbuhan hingga 30% sepanjang 2009 lalu.

Peningkatan tersebut kebanyakan dipasok oleh sembilan jenis produk elektronik yakni,  LCD TV, LCD monitor, plasma TV, home theater, audio home system, DVD player, DVD Blue Ray, mesin cuci, dan AC.

Demikian disampaikan Sales  Director PT LG Electronics Indonesia Budi Setiawan pada konferensi pers di Jakarta, Senin (22/3).

Selama tahun 2009, dijelaskan Budi seluruh produk tersebut menguasai pasar lokal. Tengok saja dalam kategori LCD TV menguasai pangsa pasar 30,6 persen.

“Padahal penguasaan kompetitor hanya 22,5 persen,” ujar Budi.

Ditambahkannya, bahkan TV plasma mampu mendongkrak penjualannya dengan menguasai pasar hingga 44,5 persen. Sementara itu, di kategori home theater, dominasi LG terbilang sangat kuat yakni sebesar 55,5 persen.

“Sementara kompetitor terdekat hanya menguasai 11 persen,” kata Budi

Tak hanya home theater, untuk produk mesin cuci, LG menguasai 27 persen, yang meninggalkan pesaingnya di 14 persen.

“Volume penjualan ini sekaligus melampaui tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Pencapaian pertumbuhan penjualan produk LG ini mendapat pengakuan dari GFK dengan menyabet 9 penghargaan untuk sembilan produk elektronik tersebut.
GfK (growth from Knowledge merupakan perusahaan riset berskala internasional yang berbasis di Jerman. GfK baru membuka kantor perwakilan di Indonesia tahun 1991.

“Ini merupakan bukti bahwa LG tak hanya baik diterima pasar, namun memiliki posisi kuat di pasar domestik,” tandas Budi.

Untuk kategori seperti AC, LG mengklaim menguasai 34 persen pasar domestik. Sementara itu, DVD player mencatatkan penguasaan 17,4 persen pasar domestik.

“Ke depannya LG berupaya terus untuk memenangi kompetisi, salah satunya adalah dengan mengubah pola distribusi, dulu kami hanya distribusi tunggal, sekarang berdasarkan regional,” kata Budi.

Persaingan di pasar domestik, dikatakan Budi, akan semakin ketat. Sebab itu diperlukan adanya kolaborasi antar fungsi, tak hanya inovasi di bidang teknologi tapi juga pengembangan layanan purna jual. (srn)





Jaya Suprana Anugerahi MURI kepada Pianis Tunanetra

JAKARTA – Bagus Adimas Prasetyo, lelaki kelahiran 30 Desember 1987 ini menjadi sosok istimewa. Walau punya kekurangan tidak bisa melihat, tapi sentuhan perasaan yang kuat terhadap musik, mengantarnya jadi seorang pianis.

Bagus telah diganjar penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Anugerah ini diberikan langsung oleh Jaya Suprana di Atrium Mall Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Bagus dinilai mulus memainkan karya sendiri berjudul Permata Berlian, terdiri dari tiga bagian. Selain itu, dia juga memainkan beberapa Mahakarya Musik Kadarusman, antara lain Bungong Jeumpa, Ayam Den Lapeh, Alusia, Ayo Mama, Bengawan Solo, Karangan Bunga dari Selatan yang pernah dipopulerkan Kris Biantoro, dan Fragmen karya Jaya Suprana yang berdurasi 1 jam 15 menit.

 Lelaki berperawakan besar yang pernah meraih penghargaan bergengsi yakni ‘Bubi Chen Award 2006’ mungkin tak pernah tahu secara visual dunia yang dipijaknya. saat jari jemarinya bersentuhan dengan tuts-tuts piano, kekurangan fisik Bagus seakan terlupakan. Hanya seorang bintanglah yang sedang tampil bermain piano bak orang normal.

Jaya suprana yang memiliki ‘Jaya Suprana School of Performing Arts’ memfasilitasi talenta Bagus yang luar biasa ini untuk sekedar pembuktian bahwa seorang tunanetra bisa bermain piano dengan sangat baik sekali.

“Ini untuk meningkatkan prestasi saya, setelah ini kalau diminta Pak Jaya Suprana rekaman, ya rekaman. Dan memecahkan rekor ini sebagai langkah awalnya,” tutur Bagus yang masih kental dengan dialek Jawa.

Jaya Suprana sebagai founder Yayasan MURI kagum dengan kemampuan Bagus hingga menurutnya layak diberikan penghargaan MURI.

“Beliau adalah orang pertama seorang tunanetra melakukan ini, silakan yang lain mengikuti. Tapi beliau adalah yang pertama, jadi layak rekor MURI diberikan,” ungkap lelaki tambun berkacamata ini.

Jaya juga menggantungkan harapan tinggi terhadap Bagus sebagai pianis tunanetra yang hebat dan keinginannya mengikuti ajang Javajazz Musik Festival tahun depan.

“Kita bisa membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia punya musisi tunanetra yang berkualitas,” pungkasnya.

(nov)

Kabar KD dan Raul di Maumere Tersebar via Twitter

JAKARTA - Situs jejaring sosial memang diakui memiliki kekuatan lebih untuk mengabarkan informasi via online. Meskipun tak meng-update status terbaru, namun pandangan mata orang bisa menjadi info juga.

Inilah yang menimpa artis Krisdayanti (KD). Diva pop Indonesia ini mungkin saja secara sembunyi-sembunyi pergi ke Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tapi dia tidak terbang dengan pesawat pribadi, melainkan menumpang maskapai umum.

Keberadaan KD di Maumere langsung tersiar melalui situs jejaring sosial Twitter hari itu juga. Salah satunya melalui akun milik Rommy Aditya.

RT @arifanda: gosipnya, Krisdayanti ke Maumere bersama temen cowoknya yg orang Timor Leste itu :o mereka liburan :o ,” demikian bunyi retweet dari Rommy Aditya pada pukul 10:07, Jumat 26 Februari via UberTwitter.

Tak heran, jika kemudian gambar-gambar kedekatan Raul Lemos dan Krisdayanti selama di Maumere terlanjur terekspose media. Alhasil, kini dia mulai ketus menghadapi wartawan yang menanyakan kebenaran gambar-gambar tersebut.

Meskipun aksi tutup mulut dan bahkan kucing-kucingan dilakukan KD dan Raul selama di Maumere, namun segelintir orang mampu mengabadikan kebersamaan mereka.

Diketahui, kedatangan KD ke Maumere adalah untuk mengunjungi keluarga Raul di Desa Nita, sekaligus nyekar ke makam saudaranya. Raul Lemos adalah pengusaha sukses asal Timor Leste kelahiran Atambua, Timor Barat, NTT.

Perceraian KD dan Anang Hermansyah ditengarai karena perselingkuhan antara KD dengan Raul. Berbagai rumor seputar urusan asmara KD terus berkembang liar.

Pelantun Cobalah Untuk Setia itu pernah digosipkan menikah diam-diam dengan Raul di Bali. KD juga diisukan merayakan Natal bersama Raul di Dili, Timor Leste, Desember lalu.

Begitu juga dengan rumah baru KD seharga Rp2 miliar di Jalan Alam Elok VI No 25, Pondok Indah, Jakarta Selatan, kabarnya merupakan hadiah dari Raul untuk KD.

(nov)

IM2 Inside Juga Bisa SMS dan Telepon



JAKARTA – Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, Indosat terus memberikan fitur-fitur terbaru untuk IM2 Inside.

IM2 Inside merupakan inovasi layanan data yang memungkinkan pelanggan kartu prabayar Mentari dan IM3 dapat menggunakan layanan data internet broadband unlimited IM2. Inovasi tersebut terus dikembangkan oleh kedua perusahaan dengan memungkinkan fungsi panggilan telepon dan SMS digunakan secara bersamaan saat memanfaatkan paket layanan data IM2 Inside.

Salah satu yang ditambahkan adalah kemungkinan para pengguna IM2 Inside dapat melakukan dan menerima panggilan telepon dan SMS ketika melakukan koneksi internet.

“Kini, pelanggan kartu prabayar Mentari dan IM3 bisa menikmati layanan data internet tanpa batas dari IM2 dan menggunakan fungsi panggilan telepon dan SMS secara bersamaan,” ujar Rahmat Halomoan Rambe, GM Marketing dan Channel Management IM2.

Penggabungan fungsi internet, panggilan telepon dan SMS pada IM2 Inside semakin meningkatkan aksesibilitas bagi pelanggan Mentari dan IM3.

“Peningkatan layanan yang kami lakukan juga karena banyaknya masukan serta ide dari pelanggan dan masyarakat soal IM2 Inside ini,” tambah Rahmat.

Untuk mengaktifkan layanan IM2 Inside ini, pelanggan kartu prabayar Mentari maupun IM3 hanya perlu mengirimkan SMS ke nomor 323 atau menghubungi  *777*1*5#. Setelah mengirimkan SMS, pelanggan dapat memilih paket yang diinginkan. Untuk berhenti menggunakan IM2 Inside, pelanggan juga cukup hanya mengirim UNREG ke nomor 323 maka kartu Mentari atau IM3 untuk voice dan SMS kembali ke fungsi semula.

Akses internet broadband prabayar pertama kali diperkenalkan di Indonesia bahkan di dunia oleh IM2 melalui produk Broom. Berkat inovasi tersebut IM2 bahkan mendapatkan penghargaan dari Wireless Broadband Alliances yaitu perkumpulan pelaku industri wireless broadband di dunia sebagai Most Innovative Wireless Broadband Company. (srn)





Pentingnya Peran Dokter Keluarga

Berdasarkan The American Board of FP, 1969, dokter keluarga adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan tingkat pertama hingga menyeluruh yang dibutuhkan semua anggota keluarga. Berdasarkan kesepakatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pengertian dokter keluarga adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan proaktif, holistik berorientasi komunitas dengan titik berat pada keluarga.
 
Sementara, pengertian dokter keluarga dari Singapore College of GP, 1987, adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan personal, tingkat 1, menyeluruh dan berkesinambungan kepada pasien dalam lingkungan keluarga, komunitas, dan lingkungannya.

Dikatakan oleh Head of Division Ancillary & Medical Affair Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang, dr Anastina Tahjoo, MARS bahwa di luar negeri, seperti di Eropa atau Amerika, sudah menjadi kebiasaan, bahkan kewajiban bagi suatu keluarga untuk menggunakan jasa dokter keluarga saat berkonsultasi masalah kesehatan.
 
”Setiap keluarga di Eropa atau Amerika umumnya sudah menggunakan dokter keluarga untuk berkonsultasi, bahkan beberapa asuransi kesehatan menggunakan rekomendasi dokter keluarga untuk menangani keluhan mereka,” ucap dokter yang akrab disapa dr Ana ini.
 
Ana mengatakan,di Indonesia, dokter keluarga adalah dokter umum. ”Saat ini, sudah banyak yang menggunakan jasa dokter keluarga. Namun, jumlahnya tidak banyak karena mereka menganggap dokter keluarga mahal sekali. Padahal, justru dengan menggunakan jasa dokter keluarga, biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat sedikit,” paparnya. Ana juga mengatakan, dokter keluarga biasanya lebih mengenal riwayat kesehatan si pasien,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta ini.
 
Jadi, papar Ana jika pasien menderita suatu penyakit atau mengeluh akan penyakit tertentu, dokter keluarga itu bisa mengetahui faktor penyebabnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. Suatu penyakit, bisa berhubungan dengan keadaan sosial lingkungan si penderita penyakit tersebut. Karena itu, Ana menyarankan, sebaiknya dan seharusnya setiap keluarga memiliki dokter keluarga yang secara otomatis akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
 
”Dokter keluarga ini bisa dalam bentuk dokter yang berkunjung ke rumah pasien, ataupun pasien yang berkonsultasi ke tempat praktik,” ungkapnya.
 
Hal senada disampaikan dr Marganda DA Pasaribu MKK dari Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera Serpong, Tangerang. Dia mengatakan, setiap keluarga sebaiknya memiliki dokter keluarga karena dokter keluarga lebih fokus menangani kesehatan anggota keluarga tersebut. ”Dokter keluarga ini perhatiannya lebih banyak kepada tindakan promotif dan preventif,” sebut dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
 
Promotif merupakan suatu tindakan yang lebih memberikan informasi- informasi juga mengedukasi mengenai kesehatan, termasuk masalah penyakit, sehingga keluarga mengetahui bahaya-bahaya dari suatu penyakit dan bagaimana cara menghindari dan mengatasinya termasuk tindakan preventifnya. ”Semua itu bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan anggota keluarga,” tuturnya.
 
Dokter keluarga, Ana menyebutkan, agak berbeda dengan dokter pribadi.
Jika dokter keluarga menangani kesehatan semua anggota keluarga, sementara dokter pribadi hanya menangani satu pasien yang selalu berkonsultasi dengan dokter tersebut. Marganda mengatakan, siapa pun bisa memiliki dokter keluarga. Keuntungannya jika mempunyai keluhan, maka anggota keluarga bisa menyampaikan keluhannya kepada dokter keluarga tersebut.
 
Disarankan Marganda, sebaiknya dokter keluarga inilah yang berkunjung ke rumah keluarga si pasien karena dokter keluarga bisa mengetahui kondisi dan keadaan rumah si pasien yang mungkin saja menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit dalam suatu keluarga.

”Dokter keluarga sebenarnya bukan hal yang mewah. Memiliki dokter keluarga justru dapat menghemat ongkos kesehatan,” ucapnya. Dia juga menambahkan, dokter keluarga adalah polisi, konsultan sekaligus tempat curhat bagi si pasien.
 
”Dokter keluarga bisa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat sehingga tingkat kesehatan masyarakat juga semakin meningkat,” pesannya.
 
Dia juga mengatakan, keluarga adalah lingkup terkecil dari masyarakat. Untuk membentuk negara yang sehat, bisa dimulai dari masyarakat yang sehat yang dimulai dari keluarga.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Serunya Liburan Joe Richard di Singapura

Liputan6.com, Jakarta: Ini merupakan kali keempat Joe Richard berlibur ke Singapura. Setibanya di Bandara Changi, presenter ini langsung disambut dengan voucher es krim gratis dari wisatawan asal Swiss. Menurut Joe, dalam tayangan Status Selebritis SCTV, Ahad (21/3), ini merupakan tanda liburannya bakal seru.


Di negara berjuluk Negeri Singa itu Joe punya tujuan khusus. “Sudah tiga kali ke sini tapi belum pernah ke Singapore Flyer,” katanya. Bermodalkan tiket masuk seharga Rp 380 ribu, Joe sudah terlihat girang berada Singapore Flyer sambil melihat indahnya kota tersebut.


Jalan-jalan ke Pulau Sentosa juga merupakan suatu kewajiban kala berlibur ke Singapura. “Sayang kalau melewatkan patung singa yang bisa ngeluarin air. Merlion Park,” celetuknya. Di Merlion Park pula ia diminta wisatawan asal Indonesia untuk berfoto bersama.


Dalam pertunjukan Song Of The Sea di sebuah pantai, Joe menyimak lagu melayu asal Singapura yang sama dengan lagu asal Indonesia. “Mana di mana anak kambing saya,” demikian Joe bernyanyi.


Puas berkeliling Singapura, Joe yang lelah pun kembali ke hotel. Di tengah jalan ia melihat seorang pria berbaring tidur di tengah jalan. “Mabok ya?” tanyanya bingung. Dengan ringan, Joe berujar, kalau punya uang Rp 5 juta, rasanya ingin memberi. Yakin? (YUS)

Twestival, Solidaritas Pengguna Twitter untuk Dunia



JAKARTA – Twestival Jakarta kembali bergabung dengan Twestival Global untuk memanggil para pengguna Twitter di seluruh dunia untuk turut berperan serta dalam upaya perubahan dunia menjadi lebih baik. Tahun ini, dengan mengangkat tema “Indonesia untuk Dunia”

“Dalam kondisi dan situasi negara saat ini, kami ingin menggugah teman-teman twitter kami untuk juga membantu teman-teman kita di belahan dunia lain dalam mendapatkan pendidikan yang baik. Selain itu, keikutsertaan kami dalam ajang temu pengguna Twitter berskala internasional ini juga diharapkan dapat menempatkan Indonesia dalam peta sosial media di dunia”, ungkap Ramya Prajna S, juru bicara Twestival Jakarta, melalui keterangan resminya, Minggu (21/3/2010).

Pada tahun ini, Twestival Global yang akan diselenggarakan serentak di seluruh dunia pada 25 Maret 2010, memfokuskan donasi pada program pendidikan yang ditujukan bagi 72 juta anak-anak di dunia yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah.

Twestival Global Jakarta tahun ini ingin melanjutkan kesuksesannya pada tahun lalu dimana bersama dengan masyarakat dunia menyelenggarakan serentak di 202 kota di dunia untuk mendukung Charity Water yang telah melakukan kerja luar biasa dalam membantu hampir 1 miliar atau 1 dari 6 orang di dunia yang tidak memiliki akses ke air minum yang bersih dan aman.

Lebih dari 1.000 relawan dan 10/000 donatur berhasil mengumpulkan lebih dari USD 250 ribu ang hasilnya ditujukan ke Uganda, Ethiopia dan India yang berdampak langsung bagi lebih dari 17,000 orang.

Inilah saatnya bagi kita masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia dengan ikut serta melakukan suatu perubahan bagi dunia dan Indonesia yang lebih baik. (tyo)