Posts Tagged ‘jakarta pusat’

Duet Bareng Caroline Zachrie, Andi /Rif Jadi Fresh

JAKARTA - Sejak lama Andi /Rif tahu kalau presenter Caroline Zachrie bisa menyanyi. Sebelum tampil bareng di Java Jazz Festival, mereka juga pernah tampil bareng di Buddha Bar, Jakarta Pusat.

“Persiapan ini hanya kita siapkan selama dalam waktu satu pekan saja, tetapi kalau saya bekerja sama dengan Caroline Zachrie bisa dibilang sudha lama banget karena saya tahu dia bisa bernyanyi,” papar vokalis /Rif ini ditemui di Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Andi bercerita bagaimana Caroline berdiskusi tentang musik dengannya. Selain itu ada satu hal dalam diri presenter gosip ini saat mengutarakan keinginannya bernyanyi.

“Malam ini adalah malam pertama bagi saya dan Caroline melakukan duet atau kolaborasi,” tuturnya.

Andi mengakui jika berkolaborasi dengan perempuan adalah sulit mencari kunci yang sama, mengingat suara dalam bernyanyi memang berbeda. “Jadinya kita harus lebih hati-hati dalam berduet atau kolaborasi,” kata dia.

Caroline sendiri dipilih Andi karena dia adalah penyanyi perempuan yang berani mengajaknya berduet. Selain itu, Andi merasa presenter yang juga model ini memiliki pengetahuan luar biasa tentang musik dan menjadi teman diskusi yang baik.

“Iya betul banget, nuansa saya bermusik pun menjadi sesuatu yang baru dan lebih fresh, khususnya dalam bermusik,” tegasnya.
(nov)

Sepi Penonton, Tiket Java Jazz Dijual Rp75 Ribu

JAKARTA - Tak hanya sepi, hari terakhir perhelatan Java Jazz Festival 2010 di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2010), juga mempengaruhi harga jual tiket.
 
Salah satu calo tiket yang tidak mau disebutkan namanya mengaku harus menjual tiket Java Jazz 2010 dengan harga murah, meski harus rugi.
 
“Tiket ini dengan terpaksa saya jual dengan harga Rp75 ribu dan tiket yang saya pegang adalah daily pass,” ujarnya kepada okezone.
 
Diakuinya, kalau tidak menjual tiket dengan harga murah, para penikmat musik jazz tak akan ada yang berminat membelinya.
 
“Bagaimana saya mau jual dengan harga mahal, yang datang saja sangat sedikit,” paparnya.
 
Selain tidak mendapatkan keuntungan, calo tersebut mengaku sangat kebingungan dengan konser Java Jazz di hari terakhir tersebut. Bagaimana tidak, di dua hari sebelumnya mereka bisa mendapat hingga Rp3 juta.
 
“Kalau di hari kemarin saya bisa menjual satu tiket daily pass seharga Rp450 ribu rupiah, tapi sekarang boro-boro bisa terjual satu tiket,” katanya dengan nada kesal.
(nov)

KD Pede, Duetnya Lebih Bagus dari Anang-Syahrini

JAKARTA - Krisdayanti (KD) tampaknya belum melihat kemesraan video klip duet Anang dan Syahrini. Meski demikian, KD yakin kalau duetnya lebih bagus.

“Enggak mau ah (komentar). Bagusan duet gue. Tanyain duet saya sama Siti saja,” ujarnya tertawa ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2010).

Kuasa hukum KD, Elsie Lontoh mengatakan KD tidak ada masalah dengan kemesraan duet Anang dan Syahrini. Apalagi di internal manajemennya, KD tidak pernah membahas masalah Anang, apalagi menggosipkan ayah dari dua anak KD tersebut.

“Tadi sebenarnya ketemu di Trans TV. Tapi nggak benar-benar ketemu, KD pergi, mas Anang datang. KD tahu pas sudah di tempat kalau mas Anang datang,” cerita Elsie.

Saat ini, sudah bukan kapasitas KD untuk berkomentar tentang siapa pasangan baru Anang. Elsie menegaskan KD bisa berkomentar jika terkait dengan anak-anak mereka yang diasuh Anang.

“Sama saja kayak KD komentari Tukul, apa urusannya KD sama Tukul,” tutur Elsie berkomparasi.

KD dan Anang sudah menjalani kehidupan masing-masing sejak ikrar talak dibacakan. “Komunikasi mereka seperlunya. Yanti juga kadang sering SMS. Kadang dijawab, tapi kadang juga enggak dibalas. Yanti juga tidak mempermasalahkan,” tandas Elsie.
(nov)

FullTrek, Portal Musik Telkom Didukung RRI



JAKARTA – Banyaknya penggemar musik di tanah air ternyata tidak diimbangi jumlah media musik yang memadai. Hal inilah yang kemudian membuat Telkom meluncurkan portal musik bernama Fulltrek.

“Kami hanya ingin membantu mempermudah para penggemar musik untuk mendengarkan lagu idolanya. Di Indonesia banyak pemusik dan penggemar musik namun medianya tidak begitu banyak,” ujar Direktur Consumer Telkom I Nyoman G Wiryanata, saat peluncuran layanan konten musik FullTrek.com di Gedung RRI, jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2010) malam.

Portal ini melengkapi konten layanan musik yang dimiliki Telkom. Sebelumnya, Telkom pun meluncurkan situs musik di bawah naungan layanan Speedy Telkom bernama SpeedyTrek. Bedanya, menurut Nyoman, jika SpeedyTrek lebih menampilkan berita-berita seputar musik, dengan penyajian musik band-band indie, FullTrek lebih menampilkan musik dari label-label ternama, lengkap dengan versi lengkap lagu yang dapat diperdengarkan atau di download dan video yang dapat di lihat.

Selain menampilkan lagu yang bisa didownload melalui komputer dan ponsel, lagu-lagu tersebut juga bisa dinikmati secara streaming, download ringbacktone, true tone, dan lainnya. Anggota komunitas juga bisa membuat playlist berupa album digital serta dapat menuliskan lirik lagu favorit.

“Yang dibutuhkan hanya terhubung dengan koneksi internet. Portal ini juga akan menjadi daya tarik akses kecepatan Speedy yang menghadirkan musik dan video,” ujar Nyoman.

Ditambahkan Nyoman, pasar musik digital di Indonesia cukup besar dan memiliki prospek yang cerah. Ditambah dengan jumlah pelanggan Flexi yang hingga kini mencapai 15,5 juta dan pelanggan Speedy mencapai 1,2 juta.

“Jumlah pelanggan tersebut merupakan basis yang prospektif untuk memasarkan musik dan berbagai konten digital lainnya,” ujar Nyoman.

Dalam peluncuran portal musik, Telkom juga menandatangani nota kesepahaman dengan Radio Republik Indonesia (RRI) yang menyepakati aktivitas digitalisasi kontan yang dimiliki RRI secara nasional. Konten tersebut berupa liputan khusus, karya musik lokal dan etnis daerah, serta konten RRI lainnya yang akan ditampilkan bersama dalam portal FullTrek ini.

Sayangnya, Nyoman enggan menyebutkan biaya Telkom yang diambil untuk mendanai portal ini. Yang jelas, dana tersebut diambil dari kas layanan VAS Telkom yang jumlahnya tidak banyak. (srn)





Tampil di Java Jazz 2010, Andien Tak Bawa Pacar

JAKARTA - Andien berjanji takkan membawa pacar saat tampil di festival Java Jazz di JI Expo Kemayoran, Jakarta, akhir pekan nanti. Bukan karena tidak percaya diri, namun pelantun Gemintang ini menegaskan masih jomblo.

“Ya enggaklah, kan aku belum punya (pacar). Sudah ya ngomongin soal pacarnya. Kalau misalkan aku punya pacar, ya enggak masalah ngomongin masalah itu,” kilah Andien ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2010).

Sekali lagi dia menegaskan kalau saat ini masih menyandang status jomblo. “Jadi ngomongin masalah musik atau Java jazz saja,” pintanya.

Java Jazz kali ini adalah penampilan Andien kelima kalinya sejak 2005 silam. Sejak awal, Andien berangan-angan bisa tampil bersama musisi idolanya.

“Rencananya (kolaborasi) sama Bobby Chen dan tribute to A Riyanto. Nanti juga akan nyanyi Dust in the Wind, tapi aransemennya dibikin ngejazz gitu,” papar alumnus Universitas Indonesia ini.

Andien sendiri mengaku gugup menjelang tampil kolaborasi dengan musisi asing. Dia mengatakan sudah sepekan ini terus berlatih dan menjaga kondisi agar tetap sehat. “Biar nanti performnya maksimal,” akunya.

Dijadwalkan, Andien akan tampil membawakan 10 lagunya dari album pertama sampai single yang akan dirilis. Dia diberi waktu 70 menit untuk tampil di ajang java jazz 2010 ini.

“Pastinya senang banget, soalnya sudah lama banget. Aku menginginkan solo perform di Java Jazz dan sekarang aku ingin mengenalkan musik aku yang sekarang seperti apa,” urainya tanpa mau memaparkan lebih jauh.

(nov)

Duo Maria-Naomi, Khas Indonesia Timur

JAKARTA - Penampilan Duo Maria-Naomi (MN) berbeda dari duo lainnya. Dilihat dari warna kulit, keduanya khas mencirikan  wanita dari belahan Indonesia bagian timur.

Meskipun demikian, baik Maria dan Naomi tampil percaya diri. Mereka percaya suara khas disokong penampilan yang berbeda, membuat masyarakat mudah mengenal mereka.

“Mungkin bisa dibilang begitu juga. Kalau yang lainkan kulitnya putih-putih, tapi kalau kita kan dari Indonesia Timur. Jadi bukan kebetulan kulitnya hitam,” papar Maria ditemui di EX Plaza, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Moluccas sendiri lama vakum hingga akhirnya pada 31 Desember 2009 dinyatakan bubar. Naomi berpikir, ada beberapa lagu yang belum dikeluarkan.

“Mengapa tidak kita keluarkan? Jadi, tanggal 1 Januari 2010, kita resmi membentuk Duo ini dan berjalan berdua,” tutur Naomi.

Maria menambahkan, mereka ingin kembali tampil dan mencoba mengisi pasar musik yang ada agar lebih variatif lagi musiknya. Kini dengan merilis single berjudul Yellow, Maria dan Naomi siap meramaikan kembali musik Indonesia dan menambah satu daftar Duo.

Tampilnya mereka sebagai Duo tidak serta merta begitu saja. Ada proses diskusi panjang. Personel Moluccas yang lain pun tahu jika mereka memutuskan untuk tampil Duo.

“Kalau tanggapannya nggak tahu deh. Tapi yang pasti mereka tahu dan mendukung kita untuk terus berjalan berdua,” pungkas Naomi.

(nov)

BEHIND THE SCENE : Iko Uwais Unggulkan "Avatar" di Oscar

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ajang perhelatan Piala Oscar yang akan dihajat di Los Angeles, Amerika Serikat pada 7 Maret mendatang mulai hangat dibicarakan. Iko Uwais, bintang film Merantau, misalnya, mengaku punya jagoan film mana yang akan menjadi yang terbaik di ajang tersebut. 

Pilihannya jatuh kepada film sci-fi garapan sutradara James Cameroon, Avatar. “Memang sudah ada film animasi yang digabung dengan manusia. Tapi Avatar beda,” ujar Iko saat ditemui di acara peluncuran DVD film pertamanya itu di  Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2010).

 

Menurut Iko, Avatar dengan segala keunggulannya layak disegani para pesaingnya. “Film ini bagus banget dari sisi animasinya, jalan ceritanya. Pokoknya teknik-teknik filmnya bagus sekali,” puji Iko yang menonton film berformat 3D itu  hingga tiga kali.

 

Tak cuma itu, pria yang juga atlet silat nasional ini menganggap Avatar ada kemiripan dengan Merantau. “Jalan ceritanya bukannya mirip banget dengan Merantau, tapi di situ kebetulan diceritakan seorang pendatang baru itu yang membela kampungnya (Pandora), akhirnya dia bisa diterima,” kata Iko. (C7-09)

 

GOSSIPS : Iko Uwais-Jane Shalimar, Ada Apa?

JAKARTA, KOMPAS.com — Bintang film Merantau, pesilat Iko Uwais, tak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada artis Jane Shalimar, yang dikabarkan sedang dekat dengannya.

Iko mengaku sudah lama kenal dengan kakak Jane. “Kenal sudah lama, tapi kenal sama kakaknya. Nah, begitu ketemu, jadi memori lagi kalau dia adiknya,” cerita Iko ketika ditemui dalam acara peluncuran DVD dan VCD Merantau di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2010). 

Tak sebatas bisa kembali bertemu dengan Jane setelah sekian lama, kini Iko mengaku bernaung di perguruan silat yang sama dengan Jane. “Kebetulan dia ikut perguruan silat di Tiga Berantai, ya kami jadi latihan bareng,” jelasnya. 

Sejak berlatih di perguruan silat yang sama itu pula Iko menaruh rasa kagum terhadap janda beranak satu tersebut. “Ya, Jane itu orangnya baik lah. Dia itu power girl banget, familiar dan friendly banget,” puji Iko. 

Lantas apakah rasa kagum itu akan berbuah cinta? “Ade ape nih? Ade ape?,” tanya Iko malu-malu. “Wa’alaikum salam,” sambungnya sambil menghindari para peliput. (C7-09)

GOSSIPS : Agnes Monica: Pacar Bukanlah Kebutuhan

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi muda Agnes Monica (23) mengaku hingga kini masih menikmati kesendiriannya. Baginya, pacar bukanlah kebutuhan. 

Untuk pria yang datang kepadanya, Agnes memiliki kriteria tersendiri. “Kalau kriteriaku, enggak usah diomongin deh. Maksudku, kalau aku mau menambah satu orang dalam hidupku, itu harus yang bikin aku tenang, aman, dan positif buatku. Seorang wanita memang butuh cinta, tapi itu hanya untuk konsumsi pribadi aku saja,” ucapnya ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin ( 22/2/2010 ). 

Ia pun membantah bahwa dirinya sudah memiliki kekasih dan menyembunyikannya dari media. “Enggak sih, enggak ada kewajiban juga buat aku ceritain. Enggak mau sharing juga, karena buatku ada beberapa hal yang lebih sensitif, yang lebih safe buat diriku sendiri, karena ini kehidupan pribadiku,” paparnya. 

Dirinya lebih ingin berbagi kepada para peliput mengenai karya dan prestasi yang dicetaknya. “Aku mau, prestasi dan apa yang aku dapat yang seharusnya lebih di-publish. Orang bebas ngegosipin aku yang enggak benar. Orang bebas berpikir aku sama siapa, tapi aku juga bebas untuk tidak menjawab,” ucapnya. 

Dengan sibuk menyanyi dan menjalani kuliah, Agnes mengaku menikmati kesendiriannya dan tidak ada waktu baginya untuk memikirkan seorang pria. “Hidup saya indah-indah saja enggak ada pacar. Pacar itu bukan kebutuhan. Aku pernah pacaran dan sayang banget. Tapi, karena memilih orang yang salah, akhirnya aku malah enggak happy. Aku banyak belajar, enggak perlu punya pacar untuk happy. Yang paling penting, yang bikin aku secure, adalah keluarga dan teman-temanku,” tuturnya. (C9-09)

Foto Bugil, Mey Chan Dipecat Maia?

JAKARTA - Beredar foto bugil seorang perempuan mirip personel Duo Maia, Mey Chan. Kabarnya, gara-gara foto tak senonoh itu, Mey Chan dipecat Maia Estianty.

“Ah, itu cuma gosip! Malahan Bunda (panggilan Maia) yang nyuruh aku segera klarifikasi. Bunda yang ngajarin aku, masak kasus kayak begini saja cemen (tidak berani),” ungkap Mey Chan, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2/2010).

Lantaran beredar foto perempuan tanpa berbusana dengan wajah mirip dirinya, Mey Chan menjelaskan bahwa itu bukan dirinya. Itu perempuan Thailand yang sangat mirip wajahnya dengan Mey Chan.

“Aku saja enggak pernah foto-foto seksi. Aku pernah ditawari foto untuk majalah pria dewasa dan aku enggak mau,” jelasnya.

Peredaran foto bugil tersebut membuat Mey Chan syok. Dia sempat kebingungan menghadapi masalah ini.

“Gara-gara foto aku pernah diwawancarai infotainment sampai empat jam, sampai aku pusing,” imbuhnya.

Dahulu pernah beredar foto Mey Chan berciuman dengan pria bule. Kalau foto ciuman itu, Mey Chan mengaku. Foto ciuman itu dilakukan Mey Chan saat masih berusia 18 tahun dan belum tergabung dengan Duo Maia. Dia menjelaskan, saat foto itu tidak sendiri. Ada teman-temannya juga. (ang)