Posts Tagged ‘Karena’

Pergaulan Bebas Bikin Rina Gunawan Takut Tambah Anak

DENPASAR - Pergaulan bebas yang mewarnai pola hubungan remaja saat ini membuat  Rina Gunawan khawatir. Imbasnya, dia tak ingin lagi menambah anak.

“Kalau suami inginnya nambah lagi, tapi saya sudah cukup dua anak. Takut pergaulannya nanti,” ujar Rina yang ditemui okezone dalam sebuah acara di Sofitel Hotel and Resort Seminyak, Kuta, Bali, Minggu (21/03/2013).

Rina menilai, pergaulan zaman sekarang membuat orangtua was-was. Anak anak banyak memeroleh informasi dan hal lainnya dari pergaulan di luar. “Pendidikan keluarga punya peran penting. Karena itu, saya lebih fokus mendidik mereka di rumah,” kata duta Molto Ultra ini.

Karena khawatir tidak bisa maksimal dalam mendidik anak, Rina memilih punya dua anak saja seperti program pemerintah. Soal idiom Jawa yang mengatakan banyak anak banyak rezeki, Rina punya padangan sendiri.

“Bukan tidak percaya. Saya hanya ingin punya lebih banyak waktu mendidik anak saja,” ujar dia diiringi senyum.

Diakuinya, kesibukan syuting suami, Teddy Syah, membuat waktu kumpul bersama menjadi sangat berharga. Setiap seminggu sekali, Rina dan Teddy pasti meluangkan waktu bersama keluarga untuk refreshing demi memupuk kebersamaan dan kehangatan dia ntara mereka. (ang)

Awas, Ada "Tukang Pamer"!

ROBOTKU dong paling bagus, bisa bersuara lagi. Robot punyamu enggak bisa kan?,” pamer Rizky kepada Johan. “Tapi aku punya mobil-mobilan remote, buatan luar negeri. Kamu nggak punya kan?,” timpal Johan tak mau kalah. 

Moms, di rumah pasti sering mendengar obrolan sang buah hati dengan teman sepermainannya, seperti Rizky dan Johan di atas. Sepintas sih tidak ada yang janggal, tapi kok seolah-olah percakapan mereka saling mengunggulkan miliknya, ya? Apakah hal ini wajar?     

Wajar tapi Perlu Diwaspadai

Saat anak mulai dapat mengidentifikasikan dirinya (menyadari diri sebagai individu), dia mulai membandingkan dirinya dengan orang lain. Tak heran jika dia sering menunjukkan atau menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, agar keberadaannya diakui oleh orang lain.

Dan biasanya mereka menggunakan benda, seperti mainannya dalam melakukan hal tersebut. Ini disebabkan proses berpikir mereka yang masih terbatas pada hal-hal yang konkret. 

Memang, perilaku ini kerap terjadi pada si kecil. Tapi jangan sampai dia menjadi berlebihan atau terobsesi untuk menjadi yang “paling” di antara teman-temannya.

Bahkan tidak jarang, mereka rela berbohong agar tetap dipandang hebat oleh yang lain dengan mengatakan memiliki suatu barang. Padahal mereka tidak memilikinya. Ini yang perlu Moms waspadai!

Diakui dan Mendapat Teman

Perilaku “pamer” ini tak datang begitu saja. Keinginan untuk mendapat perhatian, pengakuan dari orang lain, dikagumi oleh banyak orang adalah beberapa faktor penyebabnya. Bahkan hal ini dijadikan salah satu cara untuk mendapat teman atau diterima dalam kelompok tertentu dalam suatu lingkungan.

Menunjukkan kepemilikan akan suatu benda dapat diperburuk oleh faktor lingkungan. Utamanya dari keluarga, di mana orangtua fokus pada hal-hal yang bersifat materi (materialistis), atau mengejar status sosial saja.

Dengan demikian tak menutup kemungkinan anak pun akan melakukan hal yang sama. Karena anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Misalnya, ibu meminta ayah untuk membelikan mobil yang lebih bagus dan lebih mahal daripada tetangga sebelah rumah.

Anak pun akan meminta orangtua untuk memenuhi keinginannya agar tidak kalah dari teman-temannya. Apalagi bila orangtua semakin menguatkan perilaku tersebut, seperti menanamkan kepada sang anak bahwa dia  tidak boleh kalah dengan temannya.

Dijauhi Teman-teman

Jika perilaku ini dibiarkan berlanjut, akan menimbulkan masalah, baik bagi anak maupun orangtua itu sendiri. Dampak bagi orangtua adalah mereka harus mengeluarkan biaya yang besar untuk memenuhi keinginan anak.

Dampak bagi anak, mereka cenderung menghargai diri dan orang lain dari benda atau materi yang dimilikinya saja. Sehingga selalu merasa kurang puas dan kurang dapat menerima diri dan orang lain apa adanya. Dan jika sang anak tidak dapat memenuhi keinginannya, dapat menimbulkan frustrasi.

Selain itu, dalam kehidupan sosialnya, anak dapat dijauhi oleh teman-teman karena dianggap “sok pamer” dan sombong. Meskipun sebenarnya dia hanya ingin dikagumi agar teman-teman mau berteman dengannya.

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya jika orangtua dan sekolah terlibat langsung dalam mengatasi anak yang suka berperilaku “pamer”.

Tip Praktis Mecegah Anak Pamer

Berikut tip ala Fransisca, M.Psi dalam mencegah anak berperilaku “pamer”:

1. Bagi orangtua, berikan contoh yang baik kepada anak. Misalnya, jangan menghargai orang berdasarkan kepemilikannya akan suatu benda, fokus pada hal-hal yang sifatnya materi dan tidak menanamkan dalam diri anak agar tidak kalah dari teman-teman.

2. Menerima anak apa adanya tidak hanya kelebihan tetapi juga kekurangan yang ada dalam dirinya.

3. Hindari membandingkan anak dengan anak lain. Ingat, setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan dalam bidang yang berbeda. Misalnya, anak yang tidak memiliki prestasi sebaik kakak atau adiknya, mungkin saja dia memiliki kelebihan dalam bidang yang lain, seperti musik atau olahraga.

4. Gali potensi atau bakat yang dimiliki si kecil. Seperti, mengikusertakannya dalam kegiatan sehingga membantu anak dalam melihat kelebihan yang dimiliki dalam dirinya. Sehingga, anak tidak perlu merasa cemas akan ditolak oleh orang lain.

5. Membantu anak melihat hal-hal positif yang ada dalam diri dan juga menghargai usaha yang telah dilakukannya, sehingga kepercayaan diri lebih meningkat. Bila anak percaya diri, dia akan merasa nyaman dengan dirinya.

6. Mengembangkan kepekaan dalam diri anak. Dapat diajarkan di rumah atau di sekolah. Misalnya belajar memerhatikan orang lain, memberi kepada mereka yang membutuhkan atau memuji hasil karya orang lain. Ajarkan anak untuk berada dalam posisi orang yang dipameri dan tanyakan bagaimana perasaannya agar anak memahami kondisi atau perasaan orang lain.

7. Ajarkan anak keterampilan sosial yang lebih baik untuk mendapat teman, tidak dengan cara pamer.

Misalnya, dengan membantu orang lain, mengajak bicara mengenai sesuatu yang disukai, mendengarkan saat teman sedang berbicara, berbagi dengan orang lain.

8. Jangan langsung mencap anak sebagai “tukang pamer”. Ajak dia bicara dalam suasana yang santai dan nyaman. Sehingga anak tidak merasa di bawah tekanan, dan orangtua dapat memahami kenapa si kecil melakukan hal tersebut.(Mom& Kiddie//nsa)

Sarah Sechan Hanya Perbolehkan Anak Nonton ‘Upin & Ipin’

JAKARTA - Sarah Sechan membatasi anak, Rajata Sachriar Hakim, menonton tayangan televisi. Rata-rata per hari, Rajata hanya boleh satu jam di depan tv. Sarah hanya membebaskannya nonton Upin & Ipin.

“Kalau Upin & Ipin itu lucu juga dan banyak education-nya. Anak saya juga suka nonton karena bagus untuk anak. Tapi jangan kebanyakan film luar yang masuk, karena nanti takutnya anak jadi enggak menghargai film dalam negeri,” tutur Sarah, belum lama ini.

Mantav VJ MTV itu membatasi jam nonton tv anak bukan tanpa alasan. Kegiatan Rajata sudah mulai banyak, seperti les dan lainnya. Sarah juga khawatir bila Rajata kebanyakan nonton tv, akan mendapat pengaruh buruk.

“Setiap week end itu kita ada waktu untuk dia nonton film yang disukai. Kalau sehari-hari di hari biasa, dia enggak boleh lebih dari satu jam nonton tv. Kadang hari Jumat saya kasih toleransi,” jelasnya.

Sarah lebih suka bila putranya itu banyak bergerak daripada hanya duduk diam di depan layar televisi. Malah sering Sarah mengajak Rajata bermain bersama untuk merangsangnya mau beraktivitas.

“Aku lebih suka dia main keluar, seperti main sepeda atau bermain apa, daripada harus tongkrongin tv terus. Kadang aku juga ajak dia main game atau bermain sesuatu biar dia enggak kepikiran nonton tv,” imbuhnya.

Kalau pun Rajata menonton tv, Sarah tak lepas selalu berada di sisinya untuk memfilter tayangan yang disaksikan. “Karena menurut saya, banyak acara tv lokal yang kurang pantas ditonton anak-anak. Meskipun ada juga acara yang bagus,” tandasnya. (ang)

Fauzi Baadilah Setuju Fatwa Haram Rokok

JAKARTA - Meskipun seorang perokok berat, namun aktor Fauzi Baadilah setujua jika ada fatwa haram merokok. Menurutnya, segala sesuatu yang merusak dan merugikan tak masalah jika diharamkan.

“Gue setuju banget, walaupun gue perokok berat. Karena memang rokok itu merugikan, setiap yang merusak dan merugikan kan diharamkan,” papar duda Senk Lotta ini ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (19/3/2010).

Dia mengkomparasi seraya mengatakan bahwa manusia sudah selayaknya mencontoh ajaran Nabi sebagai suri tauladan. “sekarang, Nabi merokok enggak?” tandasnya.

Menurut cowok kelahiran Kairo, Mesir, 25 September 1979 ini, bahwa rokok menyebabkan kecanduan. Tak hanya itu, rokok pun menghabiskan uang.

“Gue saja kecanduan. Kalau enggak merokok, badan gue lemas,” curhatnya.

Dia pun mengatakan bahwa satu-satunya produk yang mencantumkan dampak bahaya dalam kemasannya adalah rokok. “Pernah ditegur orang di tempat umum. Sakit hati sih, tapi kalau menurut akal bener juga dan gue enggak boleh marah,” urainya.

Mengenai pekerja pabrik rokok yang akan kehilangan pekerjaan, Fauzi menyamakan buruh rokok sama dengan pekerja seks. “Diharamkan tapi dia mau makan apa? Jadi bulat di situ saja (masalahnya),” pungkasnya.

(nov)

Ardina Rasti: Berat Jadi Stripper

JAKARTA - Sosok kalem Ardina Rasti mendadak raib saat dia berbalut busana ala stripper. Peran yang dilakoninya dalam film The Sexy City dirasa berat baginya.

“Ini peran pertama aku sebagai stripper. Secara fisik, kostum, dan karakter, beda banget. Lumayan beratlah,” ujarnya di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (19/3/2010).

Demi berperan total menjadi stripper, Rasti harus menuruni berat badannya sampai 4 Kg. Berat badannya kini 48 Kg. Dia memang dipaksa agar tidak kelebihan berat.

“Lagian di sini kan aku nari striptease. Jadi perutnya kan pasti terlihat, makanya untuk dapat otot-otot perut dan lengan juga, aku dilatih oleh stripper profesional di lokasi syuting,” papar Rasti.

Dia mencoba total untuk menampilkan tarian agar tidak terlihat seronok. Bagaimana pun dia rela untuk bergaul dan observasi di lingkungan stripper dalam waktu cukup lama.

“Aku juga diet parah banget. Karena aku kan doyan makan ya, jadi ngemilnya diganti ama pisang, yoghurt, dan gandum,” curhatnya.

Rasti hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk mengecilkan dan membentuk perutnya. Dia pun menerima risiko menerima peran yang cenderung dinilai sebagai pekerjaan negatif di masyarakat.

“Aku yakin peran kayak gini enggak akan terulang lagi. Ini drama klasik. Apalagi nama-nama di dalamnya, ada Tio Pakusadewo juga,” urainya.

(nov)

Percantik Wanita, Martha Tilaar Buka Cabang ke-42

KAUM hawa memang perlu merawat tubuh. Pasalnya, ritual kecantikan sangat mendukung penampilan wanita terlihat bersinar.
 
Melihat kebutuhan para wanita yang gemar merawat diri, Martha Tilaar Salon Day Spa kembali membuka cabang ke-42 di wilayah Jakarta Barat. Terdiri dari bangunan tiga lantai, Martha Tilaar Salon Day Spa cabang terbaru ini mengusung perpaduan desain antara budaya Jawa dengan unsur modern yang memiliki pusat perhatian lebih pada ruang relaksasi. Sentuhan unik pun dihadirkan, yakni jamu bar yang begitu menawan menjadikan tempat ini sangat menyejukkan mata, telinga, dan jiwa. Seusai melakukan perawatan tubuh, para wanita pun bisa meneguk teh jahe homemade yang dibuat khusus setiap hari. 

Pemilik franchise ke-42 Martha Tilaar Salon Day Spa Yenni Sujono optimis Salon Day Spa ini mampu menjawab setiap kebutuhan wanita yang berbeda. 

”Ini merupakan Martha Tilaar Salon Day Spa kedua saya. Sebelumnya saya sudah buka di Pondok Indah, 2008 silam. Karena dukungan dari Martha tilaar yang luar biasa, saya kembali membuka cabang ini. Saya banyak belajar dan dibantu dengan terapis yang siap kerja,” paparnya saat ditemui okezone di Martha Tilaar Salon Day Spa Sentra Niaga Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (19/3/2010).

Mengerti kebutuhan wanita untuk tampil cantik, disediakan pula empat ruangan untuk single treatment, dua ruangan couple (untuk pasangan suami istri) yang nyaman, ruang facial, ruang reflexology sekaligus manicure, pedicure, serta salon kecantikan rambut dengan desain interior unik dan modern.

Menurutnya, Martha Tilaar Salon Day Spa berkiblat pada ciri khas tradisional Indonesia, namun dikemas dalam penyajian yang lebih modern. Berbagai furnitur dengan unsur kayu-kayuan juga membuat suasana kian terasa nyaman.  

”Untuk furnitur, kami menggunakan produk dalam negeri. Hal ini untuk mempromosikan UKM lokal agar kita cepat sejahtera. Kita tidak menggunakan marmer dari Italia,” tambah Martha Tilaar. 

Berbagai keistimewaan ditawarkan Martha Tilaar Salon Day Spa, di antaranya tenaga seluruh terapis yang terlatih secara profesional dan sudah lulus pendidikan khusus dari training center Martha Tilaar di Balisari, Bali. Selain itu, treatment yang diunggulkan seperti Dewi Sri Spa Body Bliss, Ken Dedes Princes Ritual (untuk perawatan pre-wedding) dan Ginger Gold Treatment.
(tty)

Backdrop sebagai Dekorasi Dinding Alternatif

TIAP rumah pasti memiliki point of view yang ingin ditonjolkan, salah satunya bisa berbentuk backdrop. Desain dinding latar ini dapat membuat ruangan Anda tampil beda.

Backdrop bisa dikatakan sebagai salah satu cara mendesain dinding sehingga bidang dinding itu tampil menarik. Seperti dinding dekoratif, namun pada backdrop, dinding yang didekorasi hanya satu bidang layaknya sebuah panggung pertunjukan.

Backdrop bersifat fleksibel sehingga bisa diaplikasikan di ruang mana saja. Didukung dengan kedinamisan desain rumah yang berkembang belakangan ini, menjadikan backdrop sebuah ide nan cemerlang bagi penghuni rumah yang sementara belum mau mengubah gaya arsitektur huniannya, namun ingin merasakan gaya desain yang sedang ngetren.

Menurut arsitek Rosi Rahadi, keunggulan backdrop yakni mampu mengikuti konsep yang ada di dalam rumah, semisal desain modern, minimalis, dan klasik. Hanya, akan lebih bagus jika backdrop yang diaplikasikan adalah yang semipermanen agar Anda dapat mengubah desainnya dengan tema lain sewaktu-waktu.

”Apalagi hampir semua ruangan cocok mengaplikasikan backdrop. Sekali pun tempat tersebut kamar mandi ataupun luar rumah,” ujar Rosi.

Layaknya menata sebuah panggung, tentu dibutuhkan latar untuk menguatkan tema yang sudah dipilih. Karena itu, sebelum mengaplikasikan backdrop ke dalam hunian Anda, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, Anda harus menentukan sisi mana di dalam suatu ruangan yang perlu didesain menjadi backdrop. Menurut Rosi, penentuan tempat adalah hal yang paling utama karena jika salah, tema ruang akan menjadi rancu.

”Caranya bisa dengan memerhatikan alur sirkulasi, yakni lokasi yang pertama kali kita lihat saat memasuki ruangan dan pada saat yang sama kita bisa menemukan sisi dinding tersebut. Atau cara lain, memilih sisi dinding yang paling sering kita lihat,” terang Rosi.

Setelah mendapatkan lokasi untuk dijadikan latar backdrop, pertimbangan kedua adalah memilih tema backdrop. Tema ini berfungsi sebagai ”inti dari cerita ruangan”.

”Biasanya beda ruang maka berbeda pula tema backdrop-nya dan itu semua tergantung keinginan pemilik ruang tersebut,” ujar Rosi.

Selanjutnya adalah mempertimbangkan bahan-bahan yang hendak digunakan untuk membuat backdrop. Ada beberapa macam bahan yang bisa digunakan seperti cat, kayu, atau jenis material partisi lainnya.

Dengan mengetahui bahan yang bakal digunakan, berarti kita bisa memilih jenis backdrop yang ingin dibuat. Apakah ingin menggunakan cat, kayu, atau bahan partisi lain yang sejenis? Karena, menurut Rosi,ada banyak cara untuk membuat backdrop.

Salah satunya dengan menggunakan permainan warna. Walaupun hanya sebuah permainan warna cat, namun backdrop ini kerap kali mampu menjadikan hunian tampil lebih menarik.

Setelah semua elemen dipikirkan, barulah Anda bisa mulai mendesainnya. Jika Anda ingin mengaplikasikan backdrop di ruang tamu, maka pilihlah sisi dinding yang berseberangan dengan pintu masuk. Pasalnya, kata Rosi, sisi dinding tersebut merupakan bagian paling baik untuk didesain.

”Alternatif lain adalah tempat di mana kita duduk di kursi ruang tamu. Maka, sisi dinding yang menghadap ke kita itulah yang bisa kita buat menjadi backdrop,” imbuh Rosi.

Atau backdrop ingin Anda aplikasikan di kamar tidur, bisa saja yang Anda desain itu adalah plafonnya. Pengaplikasian backdrop pada hunian juga bisa tergantung dari furnitur dan aksesorinya. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan tema yang akan dipilih.

”Jika Anda mendesainnya dengan gaya yang berbeda dari desain furnitur, tema yang ditampilkan malah akan terlihat rancu,” ucap Rosi.

Karena itu, penyesuaian tema ruang dengan furnitur dan aksesori juga perlu dipertimbangkan. ”Soal luas ruang, sebenarnya hal itu penting juga. Hanya, luas ruang tidak menjadi pertimbangan utama karena yang terpenting pada backdrop adalah harus didesain secara proporsional terhadap luas ruangannya,” kata Rosi.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Obama Pun Kecewa Lawatan ke Indonesia Diundur



WASHINGTON – Penundaan kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia, mengundang kekecewaan bagi pihak yang melakukan persiapan atas kedatangannya.

Rakyat Indonesia menyesal atas keputusan Presiden Obama untuk menunda kunjungannya. Tidak hanya Indonesia, Obama sendiri mengaku amat kecewa atas penundaan tersebut.

“Saya sama kecewanya dengan pihak yang telah mempersiapkan kedatangan saya ke Indonesia,” ujar Presiden AS ke-44 tersebut.

Hal ini menurutnya, dari persiapan yang dilakukan oleh SD Asisi dan SD Menteng yang telah menyediakan penyambutan untuk kedatangan Obama.

“Satu-satunya alasan penundaan perjalanan ini adalah prioritas dalam negeri AS, mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Reformasi Kesehatan. RUU ini akan diputuskan pada akhir pekan ini atau awal pekan depan lewat voting, untuk itu saya harus ada di Amerika,” jelas Presiden yang sempat bersekolah di Menteng itu.

Suami dari Michelle tersebut juga telah menghubungi Pemerintah Indonesia perihal penundaan kunjungan ini.  “Kami baru saja memutuskan dan kami baru saja menghubungi pemerintah Indonesia (mengenai penundaan kunjungan),” tuturnya.

“Karena kami di tengah kekisruhan pembahasan RUU Reformasi Kesehatan dan sebentar voting atas RUU ini akan berlangsung. Kami sepakat dengan Pemerintah Indonesia untuk menunda lawatan ini, sampai juni mendatang. Jadi saya tidak perlu terburu-buru” komentar Obama.

“RUU Reformasi Kesehatan ini amat penting bagi kami, karena telah diperjuangkan selama satu tahun, nantinya akan ada voting terkait hal ini dan saya harus hadir selama voting berlangsung.” tandas Presiden dari Partai Demokrat tersebut.

Obama juga menambahkan jika dirinya bukan seorang Perdana Menteri yang kapan saja bisa mengatur jadwal voting. Hal ini disebabkan pelaksanaan voting berada di tangan pihak Kongres AS.

Penundaan jadwal kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia setidaknya sudah terjadi selama dua kali. Kondisi politik di Amerika yang terus mengalami ketegangan menjadi alasan utama dari penundaan kunjungan tersebut.

Putra Nababan
Wakil Pemimpin Redaksi RCTI
(rhs)





Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com










Cucu Presiden SBY Ikon Alleira Kids

TERNYATA, tidak hanya Allure saja yang berganti label menjadi Alleira. Namun, label khusus anak-anak Allure Kids juga berubah menjadi Alleira Kids.

Perubahan ini tampaknya tak memengaruhi desain busana dari Alleira Kids. Termasuk pula mengganti ikon Alleira Kids, yang tak lain cucu pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Almira Tunggadewi Yudhoyono.

”Kami tetap memasang ikon Almira. Soal desain, tidak ada perubahan. Kami tetap mengacu pada rumusan tren dunia,” tutur Operational Director Allure Zaka Hamzah yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Jumat (19/3/2010).

Zaka menambahkan, Alleira Kids banyak memanfaatkan warna-warna cerah, serta detail yang playfull, seperti pita dan bunga.

“Dunia anak-anak penuh ceria dan menggembirakan. Karena itu anak-anak pun membutuhkan busana yang bebas bergerak, namun tetap cerah dan menarik,” jelas Zaka.

Zaka menambahkan, desain Alleira memang mengikuti kemauan anak-anak dan dibuat dengan bahan katun. Untuk motifnya lebih ringan dan tidak rumit, sesuai usia mereka.

Menurut Zaka lagi,  pemakaian nama Alleira untuk menyamakan dengan label Allure yang di Singapura. Sehingga ke depan, Allure bisa mudah diterima masyarakat dunia.

”Tujuan kami mengganti nama agar Allure bisa dikenal secara global. Apalagi kami sudah mulai ekspansi ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Australia,” kata Zaka.

Zaka menyebut waktu penggantian label Allure menjadi Alleira secara serempak di seluruh butik di Indonesia, sekira April-Mei.

”Saat ini kami juga sedang merevisi iklan baru dengan nama Alleira. Jadi, nantinya Allure sudah tidak ada dan berganti Alleira,” jelas Zaka.

Terkait penggantian nama tersebut dengan masa depan bisnis Allure ke depan, Zaka tetap optimistis. Zaka mengungungkapkan bahwa Allure saat ini sukses menarik pembeli lokal dan mancanegara, meski baru lima tahun beroperasi. Hal ini, kata Zaka, tak lepas dari kreativitas tim artistik Allure yang senantiasa menciptakan koleksi yang up to date dan modern.(tty)

Tang Raksasa Melayang Gemparkan Inggris



LONDON – Seorang warga West Bromwich, Inggris menemukan pemandangan ganjil saat mengakses Street View. Layanan Google tersebut menampilkan gambar tang raksasa yang tengah melayang di langit West Bromwich.

Awalnya, David Muir bermaksud melihat gambar-gambar di wilayah sekitar rumahnya di West Bromwich. Dilansir Telegraph, Jumat (19/3/2010), saat log in ke Whitehall Road di West Bromwich, David menemukan bayangan aneh di angkasa wilayah tersebut.

Setelah mengamatinya lebih teliti, David tercengang mengetahui bahwa bayangan tersebut merupakan alat perkakas berupa tang raksasa yang tengah terbang melewati cerobong atap salah satu rumah.

Laporan David atas penemuannya ini sontak menggegerkan warga Inggris. Rekaman gambar Street View itu pun langsung beredar luas.

“Saya langsung menyebarkannya melalui email ke teman-teman terdekat agar mereka melihatnya. Hal ini mengejutkan banyak orang,” kata David.

Namun kabar menggemparkan tersebut mereda setelah diketahui, penampakan tang raksasa terbang itu adalah kesalahan teknis dari Google.

Bodohnya, hal itu terjadi karena kelalaian teknisi Google yang lupa mematikan kamera, ketika menyesuaikan pengaturannya di sepanjang Whitehall Road dan Compton Road. Tang tersebut tertangkap oleh kamera dan masuk ke hasil gambar Street View. Alhasil, yang nampak pada hasil rekaman gambar adalah sebuah tang raksasa yang melayang di atas sebuah rumah di  West Bromwich.  

Karena membuat geger, Google pun tak perlu waktu lama untuk mendengar laporan mengenai tang raksasa dan langsung memperbaiki gambar tersebut.

Seperti diketahui, layanan Street View menyediakan gambar detail rumah, gedung dan keadaan di sepanjang jalan yang dilalui layanan ini. Gambar tersebut ditangkap menggunakan kamera khusus yang bisa membidik dari sudut 360 derajat dan ditempatkan di atap sebuah mobil.  (rah)