SIAPA bilang Anda harus memiliki tubuh seperti model Victoria’s Secret untuk bisa mengenakan lingerie menggoda? Bagaimanapun postur tubuh Anda, bahkan sekalipun sedang berbadan dua, Anda tetap bisa mengenakan lingerie.
Kini, para desainer ternama makin banyak bereksplorasi dengan lingerie, sehingga gaya seksi yang hadir dalam balutan lingerie bukan hanya milik wanita bertubuh proporsial semata. Wanita hamil pun tetap dapat mengenakan lingerie.
Momen kehamilan adalah saat yang indah dalam kehidupan seorang wanita. Walaupun mungkin ada kalanya Anda ingin merasakan tampil seksi dengan kondisi bobot badan berlebih. Berdandan dan memilih pakaian terbaik adalah cara tepat untuk mengingatkan diri sendiri, betapa seksinya Anda.
Fakta bahwa kini lebih banyak desainer yang menciptakan model lingerie bagi wanita hamil, merupakan tanda bahwa definisi “sexy girl” memiliki banyak makna dan tidak hanya terbatas pada apa yang kita lihat dalam iklan dan televisi. Wanita hamil pun dikatakan seksi.
Nah, jika Anda termasuk bumil yang merasa sedikit “gatal” dengan koleksi lingerie yang ada, Anda tetap bisa tampil menggoda dalam balutan pakaian tidur tersebut. Namun, ada hal-hal yang wajib diperhatikan, berikut ini di antaranya, seperti dikutip Carefair.
Dalam masa kehamilan, penting untuk Anda jeli menentukan jenis lingerie yang ingin dibeli. Model lingerie, seperti camisole, negligees, dan chemises, sangat ideal bagi bumil. Camisole adalah lingerie dengan model tali spaghetti di bagian bahu, namun tidak terlalu ketat menempel di tubuh.
Lain lagi jika Anda pecinta model negligees. Anda tetap dapat mengenakan negligees satin, yang tidak hanya seksi, tapi juga nyaman di kulit. Jika ingin lingerie yang Anda kenakan tidak mengganggu kehamilan, Anda dapat mengandalkan camisole. Anda dapat memilih camisole, baik tali tebal ataupun tali tipis, tergantung tingkat kenyamanan Anda.
Sanggahan pada bagian paha model camisole untuk ibu hamil, memang dirancang untuk mengakomodasi perut Anda. Sehingga saat mengenakannya, Anda tak akan khawatir daerah perut terasa sesak.
Selain itu, model camisole juga memiliki sanggaan penuh pada bagian payudara. Kelebihan lainnya, model panjang menjuntai sampai bagian pinggul membuat Anda dapat bergerak leluasa dan nyaman dengan pertumbuhan perut semakin membesar. Sedangkan, bila ingin terlihat lebih menggoda di hadapan pasangan, Anda bisa memilih satu set camisole, dengan bra serta celana superpendek. Sehingga, pasangan pun dapat menikmati keindahan visual dari kehamilan Anda.
Jika ingin lebih berani lagi, Anda dapat menjatuhkan pilihan pada sexy bra dan panty set. Namun sebelumnya, Anda harus memastikan bahwa lingerie yang Anda pilih dapat memenuhi tubuh Anda. Menemukan lingerie yang tepat, berarti menemukan lingerie yang tidak akan menghambat peredaran darah di sekitar payudara. Pilih pula bahan-bahan lingerie yang terbilang alami dan aman dikenakan.
Pasalnya, memilih lingerie dan bra yang tepat dapat mencegah Anda berurusan dengan alergi, kulit gatal, dan kering. Beberapa pengencang bra akan memungkinkan Anda untuk merawat payudara yang semakin besar dan melebar.
Hindari bahan sintetis dan pastikan Anda memilih pakaian yang tidak ketat dan sesak pada bagian perut, sehingga Anda masih tetap tampil nyaman dalam balutan lingerie menggoda.
(ftr)
Posts Tagged ‘masa kehamilan’
Lingerie Nyaman untuk Ibu Hamil
"Lemot" saat Hamil: Mitos atau Fakta?
AUDREY (28 tahun) akhir-akhir ini sering merasa linglung, kurang konsentrasi, sering lupa dan kerap tersandung saat berjalan. Malah beberapa kali ia lupa mengunci pintu rumah atau mematikan keran air di rumah. Padahal sebelum berbadan dua, Audrey tak pernah seperti itu. Ia bingung, mengapa sifat pelupa dan cerobohnya memburuk saat hamil?
Faktanya bukan hanya Audrey yang mengalami kondisi serupa. Keadaan ini dikenal sebagai Pregnancy Induced Clumsiness (PIC). Ternyata PIC inilah yang dalam keseharian kita dianggap sebagai lemot (lemah otak). Tak sedikit BuMil menjadi bahan senda gurau orang sekelilingnya. “Ya, maklum deh kalau rada lemot, biasalah ibu hamil, he…he…he.” Duh, bisakah ‘kelemotan’ ini dikurangi? Yuk, cari tahu!
Faktor penyebab
Pregnancy Induced Clumsiness (PIC) bukanlah mitos, melainkan sebuah fenomena yang nyata. Gejalanya berupa kecanggungan, berkurangnya kecekatan, sifat pelupa yang seluruhnya terjadi pada masa kehamilan.
Pada dasarnya, PIC merupakan kombinasi faktor fisik dan emosional. Adapun dua masalah fisik yang secara langsung memengaruhi kelincahan dan kecekatan BuMil, yaitu:
Pertama, jelas karena adanya perubahan ukuran dan mekanisme tubuh. Terjadinya lordosis (gangguan pada tulang belakang yang arahnya melengkung ke belakang dan mengakibatkan penderita terlihat bungkuk ke belakang) merupakan mekanisme alami pada tubuh.
Lordosis membantu BuMil ‘membawa’ perut besarnya tanpa harus terjatuh. Namun faktanya, menjaga keseimbangan tubuh bagi wanita yang tengah mengandung bukanlah hal mudah. Terutama ketika BuMil harus menaiki tangga, membawa beberapa barang atau berjalan di jalanan licin dan tidak rata.
Kedua, plasenta mengeluarkan hormon relaxin yang berfungsi menenangkan ligemen (jaringan ikat yang menghubungkan dan mengikat ruas-ruas tulang belakang) dalam tubuh mengakibatkan terjadinya lordosis.
Hormon ini pula yang melonggarkan persendian tangan, lengan, pergelangan kaki dan lutut. Pembengkakan dan peningkatan kadar air pada tangan dan jemari pun disinyalir dapat memengaruhi indra persepsi dan ingatan. Bahkan stres dalam kehamilan konon ditujukan untuk mengaktifkan suatu enzim dalam otak. Enzim inilah penyebab terganggunya memori jangka pendek dan proses pengambilan keputusan pada BuMil.
Stres memicu daya konsentrasi
Pada trimester ketiga, BuMil mengalami banyak perubahan fisik yang menimbulkan ketidaknyamanan dan beban psikis yang cukup besar. Memasuki minggu ke-33 kehamilan, BuMil mulai mengalami kesulitan bernafas karena gerakan bayi yang berada dibawah diafragma menekan paru-paru, sakit punggung, konstipasi, sulit tidur dan sebagainya. Keadaan ini mengakibatkan ketidaknyamanan yang akhirnya memicu timbulnya stres pada kehamilan. Selanjutnya stres dapat menyebabkan terjadinya ganggunya memori dan daya konsentrasi BuMil.
Baru-baru ini sebuah penelitian menyatakan adanya kealpaan fikiran pada wanita hamil, terutama memasuki trimester akhir. Penelitian dilakukan di Selandia Baru dan dibahas pada pertemuan ilmiah tahunan Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologist di Auckland.
Serangkaian tes dilakukan terhadap 60 wanita, sebanyak 30 wanita hamil pada trimester ketiga dan 30 wanita yang tidak hamil. Dibandingkan wanita non hamil, ternyata 30 wanita hamil berada pada level terburuk dalam pengukuran memori pendengaran.
Mereka memeroleh sepuluh poin lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak hamil.
Studi tersebut menunjukkan bahwa wanita hamil memiliki fungsi memori yang lebih rendah dibanding wanita yang tidak hamil, terutama yang berhubungan dengan memori auditori. Hmm… sudah jelas dan bisa maklum sekarang Moms?
Kiat tanggulangi PIC
Penyebab fisik dan psikis yang memicu timbulnya PIC tak dapat dicegah, karena terjadi secara natural sebagai bentuk penyesuaian tubuh terhadap kehamilan. Namun untuk meminimalisir, kami sediakan contekan untuk Moms:
- Berjalanlah perlahan, jangan tergesa-gesa atau memaksakan diri untuk membawa banyak barang sekaligus.
- Buatlah jadwal kegiatan sehari-hari. Tujuannya supaya tidak ada hal yang terlewatkan dan BuMil lebih mudah mengatur aktivitas keseharian.
- Biasakan membawa notes dan langsung mencatat informasi penting bersifat verbal yang disampaikan pada Anda, agar tidak ada yang terlupakan.
- Jangan mengkhawatirkan hal-hal kecil yang membuat Moms stres. Cobalah untuk memfokuskan diri pada kesehatan Anda dan janin.
- Buatlah diri Anda bahagia dengan melakukan hal-hal yang disukai, lalu berusahalah menikmati kehamilan setiap detiknya.
- Kontrol perasaan Anda! Jangan pernah berfikir segala sesuatunya harus sempurna, terlebih menaruh harapan yang berlebihan terhadap bayi yang belum lahir.
- Tidak semua kecanggungan, sifat pelupa, kurang konsentrasi yang terjadi adalah gejala PIC. Apalagi jika diikuti dengan pusing atau keluhan fisik lainnya yang serius dan berkepanjangan. Bila hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda!
(Mom& Kiddie//ftr)



Posted in
Tags:

