JAKARTA - Grup musik religi Debu akan memeriahkan Freestyle Marawis Competition (FMC). Vokalis Debu, Mustafa mengaku tertantang dengan adanya freestyle marawis ini.
“Terus terang saya belum dengar freestyle marawis, ini terobosan yg luar biasa,” kata dia ditemui di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2010).
Mustafa menambahkan, selama ini marawis belum masuk ke dalam industri musik tanah air. Dia berpendapat jika marawis tetap memakai model lama, maka musik religi ini tidak berkembang.
“Kita salut pakai freestyle. Ini agak nakal sendikit, memang bagi anak-anak kalau memaksakan satu konsep, jadinya enggak bagus,” kata dia.
Dengan diberikannya kebebasan berkreasi di dalam marawis, Mustafa menilai tidak akan menghilangkan warna marawisnya. Justru menurutnya hal ini akan menghidupkan musik.
“Orang jadi terinspirasi bermusik terus,” tandasnya.
Debu mengadopsi konsep world music, dengan menggabungkan semua jenis musik. Tak heran, meski menyampaikan pesan religi, Debu sering diundang ke festival musik jazz di tanah air.
“Nanti kita akan menghadirkan suatu karya berbeda. Karena ini freestyle. Jadi musiknya lebih dinamis, di antaranya bermain gendang atas nama Tuhan,” pungkas Mustafa.
Freestyle Marawis Competition (FMC) akan dihelat dalam Festival Baitul Amin di Kompleks Surau Baitul Amin, Sawangan, Depok pada 14 Maret 2010. Selain itu akan digelar khitanan gratis bagi anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga tidak mampu.
(nov)



Posted in
Tags:

