JAKARTA - Keluarga Sammy tampaknya masih sakit hati dengan perlakuan dan keputusan Kerispatih. Hingga hari ini, hanya manajer Kerispatih yang boleh menjenguk cowok yang tertangkap polisi sejak 2 Februari 2010 silam.
“Sejauh ini baru sebatas manajernya (yang jenguk Sammy),” ungkap kuasa hukum Sammy, Ida Rumindang Rajagukguk kepada wartawan saat dihubungi via telepon selular, Senin (15/3/2010).
Dia menambahkan, bilapun personel Kerispatih datang menjenguk cowok bernama lengkap Hendra Samuel Simorangkir ini, sepertinya keluarga akan tetap menolaknya.
“Saya kurang tahu, tetapi itu masalah pribadi,” tegas Ida.
Dia sendiri enggan mencampuri ada apa antara keluarga dan Kerispatih. “Saya hanya mengurusi masalah hukumnya saja,” pungkas Ida.
Sammy ditangkap polisi saat menggunakan sabu-sabu. Barang haram itu dipakai Sammy karena tengah depresi setelah dipaksa Kerispatih menandatangani perjanjian. Menurut ibunda Sammy, Tiur Simanjuntak, isi perjanjian di antaranya kalau Sammy terlibat narkoba, harus kembalikan uang Rp500 juta untuk Kerispatih.
Kalau mengingkari perjanjian itu, maka Sammy harus mengembalikan Rp200 juta kepada Kerispatih. Bayaran Sammy saat show di luar kota hanya Rp2 juta dan show dalam kota Rp1,5 juta.
Selain itu, jika ada show dan media meminta foto bersama Kerispatih, Sammy dilarang berdiri di depan karena dianggap hanya additional (bukan personel inti). Sammy juga tidak boleh menjawab jika sedang wawancara dengan media tentang band, kecuali mengenai hal personal.
Diduga, Kerispatih sudah berniat mengeluarkan Sammy sejak pria bernama asli Hendra Samuel Simorangkir ini terbelit kasus hukum dengan Giska. Sammy dilaporkan Giska mencuri mobilnya pada awal Desember 2009.
(nov)